::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Begini Cara Pelajar NU Probolinggo Bangun Soliditas

Ahad, 10 Januari 2016 02:03 Daerah

Bagikan

Begini Cara Pelajar NU Probolinggo Bangun Soliditas

Probolinggo, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo memunyai cara tersendiri dalam meningkatkan kebersamaan di antara sesama pengurus. Mereka mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (9/1). Kegiatan yang digelar di aula Kantor PCNU Kota Probolinggo di Kelurahan Kedopok Kecamatan Kedopok ini diikuti oleh seluruh pengurus IPNU Kota Probolinggo.
<>
Uniknya selesai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, para pengurus makan bersama-sama dengan menu seadanya. “Di sinilah letak kebersamaan kami. Walaupun menunya sederhana, kami tetap bersyukur karena bisa memakannya bersama-sama. Kebersamaan inilah salah satu kekuatan untuk membesarkan organisasi,” kata Ketua IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal.

Kegiatan ini diawali dengan tawasul yang dilanjutkan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan membaca Diba’iyah secara bersama-sama. Peringatan ini diakhiri dengan makan bersama-sama.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dimaksudkan untuk selalu menanamkan rasa cinta kepada sang revolusioner dunia. Tujuannya untuk melestarikan tradisi  NU yang harus selalu dan tetap lestari,” jelasnya.

Pesan moral yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini, jelas Jalal, tawasul. Semoga ke depan pengurus bisa lebih baik lagi dan solid. Pasalnya saat ini sudah banyak paham-paham baru yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) dan mengancam masa depan generasi muda NU.

“Menyikapi banyaknya paham-paham baru yang bertentangan dengan Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), kita harus mengawal pengurus dari komisariat sampai cabang. Hal ini penting karena maraknya hiburan malam di Kota Probolinggo dan purel yang merajalela. Kita harus membentengi diri dulu dari pengurus sendiri, baru setelah itu pada pelajar dan pemuda yang ada di Kota Probolinggo,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini Jalal mengharapkan pengurus IPNU Kota Probolinggo ke depan semakin solid dengan terus meningkatkan kebersamaan. “Karena dengan kita selalu kompak, kesulitan dan seberat apapun dalam proses perjuangan ini akan terasa lebih ringan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)