::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Telah berpulang ke rahmatullah Pengasuh Pesantren Roudlatul Falah Pamotan, Rembang KH Ahmad Tamamuddin Mundji::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan

Senin, 11 Januari 2016 08:12 Pesantren

Bagikan

Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan

Probolinggo, NU Online
Hari lahir (harlah) Majelis Ta’lim Al-Ahadi ke-64 digelar di halaman Pondok Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong, Ahad (10/1) siang bertepatan dengan 30 Rabiul Awal 1437 hijriah.
<>
Perayaan harlah tahun ini terasa cukup istimewa. Sebab 23 raja dan sultan yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara turut memeriahkan perayaan harlah. Apalagi, para raja dan sultan tersebut berkunjung untuk pertama kalinya ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Para pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong hadir menyambut para raja dan sultan. Tampak hadir KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, KH Moh Hasan Saiful Islam, Nyai Hj Diana Susilowaty, serta tuan rumah lainnya Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Dalam kunjungan tersebut, para raja dan sultan yang tergabung dalam Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan Indonesia (AKKI) itu berkesempatan bertatap muka dengan para jamaah Majelis Ta’lim Al-Ahadi. Para raja dan sultan memanfaatkan pertemuan tersebut untuk bersilaturahim dengan ulama dan masyarakat.

Selain itu, para raja dan sultan juga memberikan sejumlah penghormatan dan penghargaan kepada para pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Secara bergantian, penghargaan berupa cendera mata, tali asih dan tali hati itu disematkan kepada KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, KH Moh Hasan Saiful Islam, dan Nyai Hj Diana Susilowaty.

Penyematan penghargaan tersebut dilakukan bersamaan dengan penganugerahan gelar kebangsawanan kepada tiga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan tersebut. Penobatan dipandu oleh Ketua AKKI Yang Mulia Lulu Gede Parma.

KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah dianugerahi gelar Sri Raja Niti Nata Kusuma. Nyai Hj Diana Susilowaty dianugerahi gelar Ratu Ayu Sekartaji. Sementara KH Moh Hasan Saiful Islam dianugerahi gelar Dipertuan Blambangan Whre Wirabumi.

Penganugerahan gelar kebangsawanan tersebut diharapkan menjadi salah satu momentum yang baik untuk menjalin silaturahim yang abadi antara ulama dan raja-sultan. Lebih-lebih, penganugerahan ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak berpuluh-puluh tahun terakhir.

Ketua AKKI Yang Mulia Lulu Gede Parma menuturkan, gelar kebangsawanan itu diberikan sebagai bentuk ucapan terima kasih para raja sultan kepada Ulama. “Para ulama sejak dahulu telah sering mengarahkan dan membimbing raja dan sultan, bahkan hingga sampai mengislamkan mereka para raja dan sultan,” katanya.

“Kami ucapkan selamat atas gelar yang telah dianugerahkan. Semoga bisa membawa kekuatan baru. Kerajaan dan Pesantren makin kuat dan kokoh untuk membentengi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dari kejahatan orang-orang yang ingin memecah belah ummat. Aamiiin,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)