::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar

Jumat, 15 Januari 2016 08:00 Daerah

Bagikan

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar
Jombang, NU Online
Hasil deteksi kepolisian di Kabupaten Jombang mengungkap setidaknya ada tiga titik yang menjadi lokasi sarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Tiga lokasi tersebut adalah di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto; kawasan Jombang Kota, dan utara Sungai Brantas.

Seperti yang dinyatakan Ketua MUI Jombang KH Kholil Dahlan, bahwa di tiga titik tersebut Gafatar sudah eksis cukup lama. ”Di Jombang berdasarkan informasi yang kami terima, memang sudah ada indikasi gerakan Gafatar di sejumlah titik. Mereka telah lama tinggal dan menjadi warga setempat di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Jombang Kota, dan wilayah utara sungai,” katanya, Rabu (13/1).

MUI memfatwakan sesat terhadap penyebaran ajaran yang dibawa Gafatar. Kelompok tersebut mempercayai nabi lain setelah Nabi Muhammad SAW. Gafatar juga tidak mewajibkan tiga rukun Islam seperti salat lima waktu, puasa dan haji. Mereka hanya mengutamakan berdzikir sebagai ganti berbagai macam urusan ubudiyah yang lain.

Bahkan MUI menjelaskan bahwa Gafatar bukan saja berbeda secara aqidah dan syariat, namun juga pada konteks berbangsa dan bernegara mereka mengancam NKRI. ”Ternyata mereka punya misi mendirikan negara Islam di Indonesia. Ini juga bertentangan dengan ideologi negara,” jelasnya.

Salah satu anggota Gafatar yang teridentifikasi adalah Rudiono asal warga Dusun Ngumpul Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto. Pria yang sehari-harinya berjualan tahu goreng hingga ke luar kota itu diduga sebagai salah satu anggota Gafatar. Ada indikasi Rudiono telah meninggalkan Jogoroto.

Ketua RT 03 RW 05 desa setempat, Sunari menegaskan bahwa Rudiono sudah lama pindah tanpa meminta surat pengantar pindah rumah, juga tidak pamit kepada keluarganya. ”Terakhir setelah menjual rumahnya sekitar empat bulan yang lalu, Rudiono mendadak pergi bersama istri dan dua orang anaknya,” terangnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)