::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat?

Selasa, 19 Januari 2016 19:02 Nasional

Bagikan

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat?
Syekh Adnan al-Afyuni (ketiga dari kiri) dalam Konferensi Ulama Thariqah
Pekalongan, NU Online
Saat seseorang sudah tidak mendengar tawa ceria anak dan hanya mendengar bunyi tank dan desing peluru, maka dia akan merasa kedamaian negara sangat penting. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu melindungi negara, yaitu Madinah dari segala hal yang mengganggu, mengancam warga dan Negara. Rasulullah pun menetapkan Madinah sebagai negara yang mulia dan aman, serta berdoa untuk keamanan dan kesejahteraan Madinah.

Bela negara bukan hanya melawan serangan musuh, tapi juga memakmurkan dan memajukan negara sehingga tidak bergantung pada pihak lain, mempunyai semangat solidaritas dan soliditas tinggi sesama komponen bangsa, melindungi warga dari pemikiran dan paham yang menyebabkan perpecahan, disintegrasi, pengafiran, dan pelanggaran hak hidup manusia.

Hal tersebut disampaikan Mufti Syria  Syaikh Adnan al-Afyuni di hadapan ratusan peserta Konferensi Ulama Thariqah di Pekalongan yang diselenggarakan oleh Kanzus Sholawat di Hotel Santika Pekalongan, Jum'at (15/1).

Dirinya mengutuk teror yang terjadi di Jakarta kemarin. Mereka tidak tahu Islam. Islam datang untuk kedamaian dan keamanan bukan untuk menghilangkan nyawa atau kehidupan. Islam itu sebagaimana di Madinah, membangun. Membangun masjid, membangun ilmu pendidikan, membangun ekonomi, bukan merusak.

"Aset sumber daya alam kita jauh lebih melimpah dibanding mereka. Kita mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni dan kreatif. Kita mempunyai akal, kemampuan dan kecerdasan sebagaimana yang mereka punya. Selain itu, kita mempunyai ajaran syariat yang agung yang member tahu agungnya dan pentingnya ilmu pengetahuan dan pentingnya melaksanakan ilmu. Syariat kita juga mengajarkan betapa pentingnya nilai dan derajat orang yang bermanfaat bagi orang lain, baik sesama umat Islam atau umat manusia," ujarnya.

Syaikh Adnan melihat Indonesia memiliki sumber daya alam yang baik, umat Islamnya melimpah, mereka diajarkan syariat yang meninggikan derajat orang. Kenapa kalah dengan Barat? Syaikh Adnan menyayangkan, "Sekilas memang membingungkan. Ini artinya ada yang kurang dari penduduk Indonesia. Tenaga, kekuatan dan potensi mereka terpecah, padahal bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar."
 
Kegiatan konferensi yang berlangsung hingga malam hari. Selain dihadiri pembicara dari luar negeri, juga diikuti oleh peserta para mursyid thariqah dari seluruh wilayah Indonesia, para ulama, kiai, cendekiawan muslim, dan mahasiswa thariqah dari perbagai peruruan tinggi. (Abdul Muiz/Mahbib)