Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara

Kamis, 28 Januari 2016 20:13 Nasional

Bagikan

Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berfoto bersama Pengurus Lesbumi

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015 -2020, pada Rabu-Kamis, 27 dan 28 Januari 2016, telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertempat di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Dalam Rakernas LESBUMI PBNU yang dibuka oleh Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A dan dihadiri Ketua LESBUMI PBNU K.H. Agus Sunyoto dan Sekjen LESBUMI PBNU, H Uki Marzuki Solihin, serta para pengurus harian telah melahirkan Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara.

Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara
adalah keputusan strategis yang paling ditunggu oleh PBNU dalam Rakernas LESBUMI karena merupakan bagian integral dari pedoman kebijakan Nahdlatul Ulama (NU) dalam merumuskan kebijakan dan menentukan sikap terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi warga NU (Nahdiyin) pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Keputusan strategis yang meneguhkan posisi Lesbumi PBNU sebagai Garda Nasional Peradaban, Kesenian dan Kebudayaan Islam Nusantara ini menandai kehadiran dan fungsi penting Lesbumi dalam meneguhkan Islam Nusantara untuk membangun peradaban Indonesia dan dunia.

Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara yang meneguhkan Hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, pada 1-5 Agustus 2015, adalah sebagai berikut:

SAPTAWIKRAMA (AL-QAWA’ID AS-SAB’AH)
Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara

1. Menghimpun dan mengosolidasi gerakan yang berbasis adat istiadat, tradisi dan budaya Nusantara.
2. Mengembangkan model pendidikan sufistik (tarbiyah wa ta’lim) yang berkaitan erat dengan realitas di tiap satuan pendidikan, terutama yang dikelola lembaga pendidikan formal (ma’arif) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).
3. Membangun wacana independen dalam memaknai kearifan lokal dan budaya Islam Nusantara secara ontologis dan epistemologis keilmuan.
4. Menggalang kekuatan bersama sebagai anak bangsa yang bercirikan Bhinneka Tunggal Ika untuk merajut kembali peradaban Maritim Nusantara.
5. Menghidupkan kembali seni budaya yang beragam dalam ranah Bhnineka Tunggal Ika berdasarkan nilai kerukunan, kedamaian, toleransi, empati, gotong royong, dan keunggulan dalam seni, budaya dan ilmu pengetahuan.
6. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan gerakan Islam Nusantara.
7. Mengutamakan prinsip juang berdikari sebagai identitas bangsa untuk menghadapi tantangan global.

Rakernas LESBUMI PBNU masa khidmat 2015-2020 dihadiri oleh:

1. Ketua, K.H. Agus Sunyoto
2. Wakil Ketua, K.H. Muhammad Jadul Maula
3. Wakil Ketua, Candra Malik
4. Wakil Ketua, Muhammad Dinaldo
5. Wakil Ketua, Muhammad Sofwan
6. Sekretaris, Uki Marzuki Solihin
7. Wakil Sekretaris, Abdullah Wong
8. Wakil Sekretaris, Abdul Ghofur
9. Wakil Sekretaris, Sastro Adi Wiyono
10. Bendahara, Senja Bagus Ananda
11. Anggota, Abi S Nugroho
12. Anggota, Didin Ahmad Zaenudin
13. Anggota, Widyasena
14. Anggota, Autar Abdillah
15. Anggota, Lodji Nur Hadi
16. Anggota, Isfandiari
17. Anggota, Viddy Deary
18. Anggota, Aji Prasetyo
19. Anggota, Agung Purnomo
20. Anggota, Agustya Hertwiyanto
21. Anggota, Hasan Basri
22. Anggota, Abdullah Alawi
23. Anggota, H N Hamid