::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gelar Kaderisasi Tingkat Akhir, PMII Jabar Cetak “Kader Mujtahid”

Kamis, 28 Januari 2016 20:30 Daerah

Bagikan

Gelar Kaderisasi Tingkat Akhir, PMII Jabar Cetak “Kader Mujtahid”
Bandung, NU Online
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar kaderisasi kaderisasi formal berupa Pelatihan Kader Lanjut (PKL) yang diikuti para delegasi dari seluruh perwakilan Pengurus Cabang PMII di Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Ketua Umum PKC PMII Jawa Barat Abdul Nasir di Aula UPT Panti Rehabilitasi Sosial Paca Dinsosnakertrans, Lembang, Bandung Barat, Rabu (27/1/2016).

"PKL ini merupakan kaderisasi formal yang terakhir di PMII yang output-nya kader-kader PMII yang nantinya dinyatakan lulus PKL akan mendapatkan gelar ‘Kader Mujtahid’, artinya kader yang memiliki keberanian untuk memiliki konsep, gagasan dan ijtihad untuk kemajuan bangsa dan negara," ujar Abdul Nasir.

Dikatakannya, kegiatan tersebut akan digelar hingga 31 Januari 2016. Tampil sebagai narasumber beberapa alumni dan tokoh PMII baik tingkat regional mapun nasional. Sementara instrukturnya langsung datang dari Pengurus Besar PMII di Jakarta.

"Diharapkan dengan narasumber dan instruktur yang memiliki kapasitas ini akan meningkatkan kualitas kader-kader PMII di Jawa Barat sehingga akan melahirkan kader-kader PMII yang siap menjawab tantangan zaman dan kompleksitas masalah sosial," tuturnya.

Ia menegaskan, melihat problem sosial yang terjadi hari ini, PMII harus tampil sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Salah satu contohnya ketika dihadapkan dengan tragedi kemanusiaan, aksi radikalisme, dan konflik horizontal yang baru-baru ini terjadi di Indonesia.

"Ini menuntut PMII membuktikan komitmennya sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Indonesia yang rahmatan lil alamin, Islam yang memberikan rahmat, bukan kekerasan. Karena, apapun alasannya, aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama itu tidak dapat dibenarkan," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)