::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jangan Kucilkan dan Diskriminasi Eks Gafatar!

Jumat, 29 Januari 2016 09:00 Daerah

Bagikan

Jangan Kucilkan dan Diskriminasi Eks Gafatar!
Foto: Ilustrasi
Bantul, NU Online
Masyarakat mesti membentengi diri dari ajaran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Namun demikian, mereka tak perlu mengucilkan para mantan anggotanya. Eks Gafatar adalah korban dari dangkalnya pemahaman agama yang tidak boleh diperlakukan diskriminatif.

Demikian pandangan KH Hendri Sutopo, penasehat Yayasan Kodama, dalam acara Mujahadah Rutin Malam Selasa Kliwon di Masjid Kodama Bantul, DI Yogyakarta.

“Eks Gafatar jangan dikucilkan. Karena bisa jadi mereka korban. Pemahaman sepenggal atas Al-Qur’an bisa membuat seseorang salah paham terhadap agama. Lebih parahnya, bisa berbuat radikal dan takfir (gemar memvonis kafir). Ini tugas pesantren untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” jelasnya, Senin (25/1) malam.

Kiai yang pernah dibimbing Alhamrhum KH Ali Maksum Krapyak tersebut menilai, kebanyakan orang-orang yang ikut Gafatar itu disebabkan punya problem ekonomi dan keluarga. Masalahnya, imbuh Hendri, mereka tidak mau berkonsultasi kepada para kiai terkait masalahnya itu.

“Mereka tidak mau diskusi bareng-bareng. Sehingga saat ada yang mendoktrin untuk melakukan sesuatu, mereka langsung ikut,” tuturnya.

Menurutnya, Yayasan Kodama yang juga bergerak di bidang sosial harus memiliki konsep deradikalisasi yang jelas. Para kiai harus menerangkan deradikalisasi dalam setiap pengajian di desa maupun kota.

Sebelum pengajian, acara Mujahadah dipimpin KHR Chaidar Muhaimin Afandi, Pengasuh Pondok Pesantren Padang Jagat Al-Munawwir Krapyak. Tampak hadir dalam forum tersebut H Suharto Djuwaini, Wakil Ketua PWNU DIY. (Suhendra/Mahbib)