::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bawaslu: Pesantren Jembatan Perkenalkan Demokrasi kepada Masyarakat

Sabtu, 30 Januari 2016 06:03 Pesantren

Bagikan

Bawaslu: Pesantren Jembatan Perkenalkan Demokrasi kepada Masyarakat
Komisioner Bawaslu RI Danil Zuchron menerima cenderamata dari Mabincab PMII
Sukabumi, NU Online
Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Danil Zuchron mengatakan, pesantren bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan dan mencontohkan demokrasi kepada masyarakat. Hal itu, kata dia, telah dipraktikkan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) secara kultural sehingga masyarakat tidak bisa menolak, malah menerima apa adanya.

“Silaturahim dan berdiskusi langsung adalah contoh demokrasi di pesantren,” ungkapnya saat menjadi narasumber pada stadium general yang digelar Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masturiyah, Sukabumi.

Pondok pesantren, lanjut dia, harus bisa menjawab tantangan zaman secara aktual. “Idealnya demokrasi harus dijalankan karena sesuai dengan paham Aswaja,” tambah dia pada kegiatan bertema "Potret dan Prospek  Demokrasi di Indonesia” yang berlangsung di aula STAI Al-Masturiyah Kamis (28/1).

Untuk tujuan itu, ia berpesan kepada para aktivis PMII untuk lebih memperdalam demokrasi lewat kajian atau diskusi.

Asisten Daerah III Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sukabumi, Asep Abdulwasit mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PMII Kabupaten Sukabumi.

Lantaran, kata dia, PMII sebagai bagian dari masyarakat intelektual yang memiliki kepedulian terhadap perealisasian nilai-nilai demokrasi di Kabupaten Sukabumi. “PMII sebagai masyarakat intelek yang menjadi harapan Kabupaten Sukabumi yang konsen terhadap perealisasian demokrasi. Kami, sangat mengapresiasinya,” pujinya.

Asep menambahkan, demokrasi merupakan sesuatu yang harus bisa terus berjalan sepanjang hayat untuk keutuhan NKRI. Serta harus bisa dipahami dan dikawal setiap warga Negara, khususnya masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Sukabumi KH Hamdun Ahmad, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi Fahmi Firmansyah. Turut hadir jajaran pengasuh Pondok Pesantren Al-Masturiyah, Alumni PMII, Organisasi Kepemudaan, para santri dan pelajar setingkat SMA, MA, dan SMK. Hadir pula Polres Sukabumi yang diwakili Kompol Sayidib, Kepala Kesbangpol Kabupatena Sukabumi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)