Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara

Sabtu, 30 Januari 2016 22:21 Nasional

Bagikan

Harlah Ke-90, NU Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa dan Negara
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberi sambutan Harlah Ke-90 NU di halaman Gedung PBNU Jakarta, Sabtu (30/1/2016).
Jakarta, NU Online
Hari lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama diselenggarakan bersamaan dengan Harlah Ke-30 Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Sabtu (30/1/2016) malam di halaman Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta. Mengusung tema ‘Islam Nusantara Menjaga Aset Bangsa’, NU berkomitmen untuk senantiasa menjaga perdamaian dan keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Komitmen ini terus digelorakan, karena NU melihat banyak gerakan dan paham yang cenderung mencerai-berai keutuhan bangsa yang sejak dahulu hingga kini terus dibangun oleh para ulama, khususnya ulama pesantren.

“Sinergi dan keselarasan antara agama nasionalisme hingga kini terjaga karena jasa dan perjuangan para ulama yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya.

Mbah Hasyim, lanjut Kang Said, beserta para ulama lain tidak mempunyai ambisi mendirikan khilafah seperti yang dilakukan oleh ulama-ulama Timur Tengah hingga kini. Karena menurutnya, agama dan nasionalisme sangat bisa berjalan beriringan membangun bangsa yang satu.

“Tugas kita saat ini meneruskan perjuangan ulama-ulama NU dari rongrongan paham radikal berbaju agama yang justru ingin membuat Indonesia porak poranda seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah karena mengusung khilafah,” tegasnya.

Senada dengan Kang Said, Ketua PP PSNU Pagar Nusa KH Mimih Haeruman juga menegaskan, Pagar Nusa sebagai pagarnya ulama dan negara akan terus mengawal dan menjaga bangsa Indonesia dari berbagai ancaman. Ancaman yang dimaksud Ajengan Mimih, sapaan akrabnya, yakni dari tindakan terorisme dan paham radikal yang hingga kini terus membuat bangsa dunia menjadi resah.

“Pagar Nusa yang berisi para pendekar berkomitmen selalu setia menjaga perdamaian bangsa Indonesia. Sebab itu, Pagar Nusa akan terus menerus bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan pengaderan para pendekar karena kami juga bagian dari NU,” tegasnya.

Peringatan harlah ini dimeriahkan oleh pagelaran wayang yang didalangi oleh Ki Enthus Susmono. Hadir dalam acara ini Kemendes PDTT Marwan Jafar, para pengurus PBNU, Marsudi Syuhud, Maksoem Mahfoedz, Ketua PP Fatayat NU Anggia Ermarini, Ketua LKKNU Idza Fauziyah, dan warga NU yang memadati halaman Gedung PBNU. (Fathoni)