::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami

Ahad, 31 Januari 2016 18:03 Daerah

Bagikan

Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami
Anak-anak sekolah di Kudus sedang melukis wajah Gus Dur
Kudus, NU Online
Meski sempat mati suri, Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) Kudus kembali menggeliat bangkit. Dengan mengambil momen Peringatan Haul Ke-6 Gus Dur, Lesbumi mengadakan gebyar seni budaya di Kompleks Kampoen Festival Bambu Wulung, Desa Ngembal Rejo, Kudus, Sabtu (30/1).

Menurut Ketua Lesbumi Kudus H Aris Junaidi, kegiatan ini merupakan awal kebangkitan lembaga ini. Pada tahun 70-an, Lesbumi Kudus mengalami kejayaan dengan menggerakan seni drama yang mengisahkan cerita-cerita bernuansa islami. Namun karena waktu itu tidak ada regenerasi, keberadaanya sempat mengalami kevakuman.

"Menyadari pentingnya keberadaan Lesbumi, kita bangkitkan kembali untuk menggerakkan tradisi seni budaya Islam dan membangkitkan kelompok-kelompok seni di kampung seperti terbang papat," katanya kepada NU Online.

Sebagai lembaga kesenian budaya di bawah Nahdlatul Ulama, Lesbumi akan menyuarakan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di bumi Nusantara melalui kreativitas seni dan budaya. Apalagi bangsa ini sedang dalam kondisi serba darurat mulai darurat narkoba, radikalisme hingga darurat teroris.

"Makanya, Lesbumi akan memberikan sentuhan-sentuhan lewat pementasan sehingga masyarakat tercerahkan terhadap pemahaman Islam rahmatan lilalamin," imbuhnya.

Terkait momen peringatan Haul Gus Dur, ia menjelaskan guna mengenang dan meneladani kepribadian Presiden Ke-4 RI. "Gus Dur itu selalu menyuarakan Islam rahmatan lilalamin, karenanya kita harus meneladani perilaku sehari-hari," tandasnya.

Kegiatan Gebyar Seni Budaya berlangsung selama dua hari mulai Sabtu-Ahad (30-31/1). Sabtu kemarin, diadakan lomba-lomba rebana, lomba teater dan lomba melukis Gus Dur. Kemudian, Ahad malam ini puncak acara peringatan haul Gus Dur yang menghadirkan putri bungsu Gus Dur Inayah Wahid, KH Yusuf Chudlori, dan Bintang Aksi Yunior Binta Athivata.
Acara ini sekaligus menjadi pengukuhan dan pelantikan pengurus Lesbumi Kudus.(Qomarul Adib/Alhafiz K)