::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Mustasyar PBNU KH Mahfud Ridwan wafat, Ahad (28/5). PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016

Senin, 01 Februari 2016 23:04 Daerah

Bagikan

Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016
Probolinggo, NU Online
Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Pesantren An-Nur di Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Probolinggo menggelar rapat kerja (raker), Ahad (31/1) siang.

Raker yang dipusatkan di halaman Pesantren An-Nur tersebut diikuti oleh 100 undangan terdiri atas jajaran pengurus Muslimat NU, Fatayat NU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Kota Probolinggo. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua PCNU Kota Probolinggo H Muhammad.

Ketua Muslimat NU Kota Probolinggo Hj Siti Aminah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan acara raker. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran pengurus PCNU Kota Probolinggo dengan harapan bisa memberikan dukungan terhadap seluruh program Muslimat NU di Kota Probolinggo.

“Muslimat NU Kota Probolinggo memunyai tugas berat dalam rangka membesarkan dan menjadikan Muslimat jaya. Apalagi program Muslimat tidak didukung oleh Wali Kota Probolinggo. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat pengurus Muslimat untuk tetap eksis,” katanya.

Menurut Siti Aminah, raker ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2015 sekaligus menyusun program kerja Muslimat NU Kota Probolinggo untuk tahun 2016.

“Mudah-mudahan program kerja yang kami susun bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama kaum perempuan. Meskipun program ini murni swadaya dari pengurus dan tidak ada dukungan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara H Muhammad berpesan untuk tetap menjaga kekompakan, kekeluargaan, dan kebersamaan di antara seluruh pengurus, walau program Muslimat tidak didukung oleh Pemerintah Daerah.

Jangan pernah patah semangat, jadikan semua ini sebagai cambuk dan motivasi untuk tetap semangat dalam menjalankan program kerjanya. “Tunjukkan bahwa Muslimat itu besar dan mampu berkarya walaupun tidak ada dukungan dari Pemerintah Daerah,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)