::: Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, Hj Masturah, istri KH Idam Chalid  (ketum PBNU 1952-1984), Kamis (13/7), wafat di RS Pondok Indah Jakarta ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Akan Menangis Jika IPNU-IPPNU Tak Bisa Teruskan Peran

Selasa, 02 Februari 2016 03:29 Daerah

Bagikan

NU Akan Menangis Jika IPNU-IPPNU Tak Bisa Teruskan Peran
Tasikmalaya, NU Online
IPNU dan IPPNU adalah penentu Nahdlatul ulama di masa depan, Ansor dan NU akan menangis jika IPNU-IPPNU tak bisa menggantikan perannya di masa yang akan datang.

Demikian diungkapkan oleh Anang Kusaeri, Ketua PAC GP Ansor Jatiwaras pada sambutan di pembukaan pengkaderan tingkat Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) PAC IPNU-IPPNU Jatiwaras  di Pesantren Riyadlul Ulum, Angalasan, Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (30/01).

Dewan pembina IPNU Jatiwaras itu meneruskan bahwa kader muda NU hari ini harus lebih berjuang dan giat untuk menjadi kader yang militan karena merekalah yang akan meneruskan perjuangan besar NU.

“Kader muda NU ini harus bisa menunjukkan dirinya sendiri bukan hanya berlindung di balik nama besar orang tuanya sebagaimana dalam pepatah ‘Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan ini bapakku tapi seorang pemuda adalah yang berkata inilah aku’,” katanya.

Ia menjelaskan hal ini adalah cobaan dan perjuangan besar bagi kader muda yang merupakan badan otonom NU. Pada NU yang telah berusia ke-90 ini, pelajar NU harus bisa menunjukkan bisa menjaga, meneruskan dan memperjuangkan NU di masa yang akan datang.

“Pelajar NU hari ini adalah NU di masa yang akan datang, Oleh karena itu kita harus lebih giat dan semangat. Terus ciptakan kader muda NU yang militan untuk perjuangan di masa depan,” tegasnya. (Husni Mubarok/Mukafi Niam)