::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ziarah Kubur, Wujud Terima Kasih dan Penghormatan

Selasa, 02 Februari 2016 08:45 Daerah

Bagikan

Ziarah Kubur, Wujud Terima Kasih dan Penghormatan
Wonosobo, NU Online
Ziarah kubur ke makam para wali maupun keluarga bagi warga NU memang tidak melulu diartikan sebagai ritual sunnah keagamaan saja. Ziarah kubur, apalagi ke makam auliya dan pahlawan bangsa juga dimaknai sebagai wujud terima kasih dan penghormatan kepada mereka yang semasa hidupnya telah banyak menyumbangkan jasa dan kebaikan kepada umat yang manfaatnya masih dirasakan oleh generasi sekarang.

Penanaman nilai-nilai luhur seperti itu pula yang hendak ditanamkan Pondok Pesantren Nurun ala Nur Bogangan Utara, Wonosobo, Jawa Tengah, kepada para santrinya dengan kegiatan ziarah tiap tahun dengan tujuan makam yang berbeda-beda.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurun ala Nur KH Abdul Rahman Affandi mengatakan, ziarah kubur ini merupakan pembelajaran bagi para santri tentang pentingnya menjaga tradisi positif para ulama salaf, serta pentingnya menghargai jasa para pendahulu yang telah wafat.

“Juga membiasakan santri menjalankan laku ikhtiar batin di samping dhahir, memohon kepada Allah agar bisa bahagia dan selamat dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat," ujarnya kepada NU Online ditemui di SMP Nusanara Mojotengah, Wonosobo.

Akhir pekan kemarin Ahad (31\1), Pondok Pesantren Nurun ala Nur mengadakan ziarah di antaranya ke makam Habib Ahmad bin Abdullah Sapura Kota Pekalongan, Maulana Maghribi Ujungnegoro Kabupaten Batang, dan makam keluarga dari pengasuh Pondok Nurun ala Nur di Desa Candigugur Bawang, Batang, Jawa Tengah.

Sepekan sebelumnya, para santri telah memulai ziarahnya ke makam para leluhur dan ulama daerah Wonosobo antara lain ke makam KH Muntaha Kalibeber di Desa Dero Mojotengah, Wonosobo.

Pesantren Nurun ala Nur yang terletak di Bogangan Utara, Desa Kalianget,Wonosobo ini walaupun merupakan pesantren yang dalam kegiatan belajar mengajarnya menekankan pada hafalan (tahfidh) Al-Qur'an.

Pesantren ini juga memiliki madrasah diniah (madin) yang dibagi menjadi enam jenjang kelas berdasarkan tingkat kemampuan masing-masing santri. Di madin ini pula para santrinya diajarkan pelbagai disiplin keilmuan Islam melalui kitab kuning sebagaimana kurikulum pesantren salaf pada umumnya. Santri Nurun ala Nur yang kini berjumlah sekitar 200-an mayoritas di pagi dan siang hari mengikuti pendidikan formal mulai jenjang SMP, SMA, sampai perguruan tinggi. (M Haromain/Mahbib)