::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

IPNU Probolinggo Rumuskan Materi Konfercab

Rabu, 03 Februari 2016 06:03 Daerah

Bagikan

IPNU Probolinggo Rumuskan Materi Konfercab
Pengurus IPNU Probolinggo Rumuskan Materi Konfercab
Probolinggo, NU Online
Jelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab), Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo merumuskan materi yang akan diangkat dalam pelaksanaan Konfercab IPNU XIXI pada 28 Pebruari 2016 mendatang, Selasa (2/2).

Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono di Desa Kerpangan Kecamatan Leces ini diikuti oleh semua pengurus IPNU di semua tingkatan mulai cabang, anak cabang hingga komisariat atau lembaga pendidikan se-wilayah kerja PC IPNU Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris PC IPNU Kabupaten Probolinggo Babussalam mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menentukan rumusan untuk konfercab IPNU Kabupaten Probolinggo pada 28 Pebruari 2016 mendatang. “Dimana akhirnya diputuskan bahwa Konferrcab XIX ini mengambil tema Meng-NU-kan Pelajar Berbasis Toleransi Menuju Indonesia Damai Berdikari,” katanya.

Menurut Babussalam, konfercab ini bertujuan mengevaluasi, membahas dan merumuskan agenda organisasi dalam waktu dua tahun ke depan, melaksanakan suksesi kepengurusan masa khidmat 2016-2018 dan membangun konsolidasi organisasi yang solid, berdaya dan memiliki keunggulan kompetitif.

“Disamping memperkuat peran-peran organisasi di bidang keterpelajaran atau pendidikan dan keagamaan dalam konteks keummatan dan kebangsaan serta meningkatkan militansi dan potensi pelajar di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Babussalam menambahkan bahwa Konfercab IPNU XIX ini bukan karena hanya habisnya masa khidmat sebelumnya, namun diharapkan akan mampu melakukan evaluasi sejarah peran pelajar selama ini dan merumuskan tantangan sosial baik yang bersifat kedaerahan maupun nasional bahkan internasional.

“Yang paling penting lagi menemukan makna IPNU sebagai organisasi kader dan restrukturisasi kelembagaan yang memungkinkan IPNU dapat diandalkan mencetak kader calon pemimpin daerah yang memiliki aqidah yang kuat, bekal ilmu dan pengetahuan serta kapasitas organisatoris yang memadai,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)