::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Telah berpulang ke rahmatullah Pengasuh Pesantren Roudlatul Falah Pamotan, Rembang KH Ahmad Tamamuddin Mundji::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Peringati Harlah Ke-90 NU, PCINU Turki Napak Tilas Jejak Sejarah Islam

Rabu, 03 Februari 2016 15:01 Internasional

Bagikan

Peringati Harlah Ke-90 NU, PCINU Turki Napak Tilas Jejak Sejarah Islam
Konya, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Turki mengadakan rangkaian kegiatan di Kota Konya, Turki dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) Ke-90 Nahdhatul Ulama, Selasa (2/2/2016). Dalam peringatan Harlah NU kali ini, Konya menjadi pilihan warga Nahdliyin Turki sebagai tempat refleksi dan napak tilas jejak dan nilai-nilai sejarah Islam sejak zaman Bani Saljuk (1077–1307).

Ziarah ke makam Maulana Jalaluddin Rumi mengawali kegiatan bertajuk ‘Cinta dari Konya untuk Nusantara’ ini. Nahdhiyin dari beberapa kota di Turki hadir, salah satunya Deo A Pramadhan yang menyempatkan hadir dari Kota Malatya. 

“Pesan-pesan Rumi tentang cinta dan perdamaian yang disampaikan dalam konteks konflik dan perpecahan antargolongan pada zamannya, sangat relevan dengan kondisi saat ini,” tutur Deo  yang sedang menyelesaikan Studi Teologi Islam di Universitas Inonu Turki. 

Di samping itu, pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah PCINU Turki (2016-2018) ikut menyemarakkan kegiatan ini. 

“Pesan cinta dan toleransi Rumi melalui puisi-puisinya, sangat sesuai dengan ajaran yang menjadi ciri NU sejak dilahirkan 90 tahun lalu yaitu sikap tasamuh (toleran) dan tawazun (seimbang). Menapaktilasi Maulana Rumi dan merawat pesan-pesannya sangat penting dan cocok dalam acara Peringatan Harlah 90 Tahun NU di tengah situasi potensi perpecahan umat Islam saat ini,” papar Katib Syuriyah Agung Anggoro, mahasiswa doktoral Universitas Selcuk Konya Turki.

Dalam peringatan kali ini, Nahdhiyin Turki diajak untuk terus merawat warisan tradisi NU. Membaca yasin, tahlil dan doa bersama khas Nahdliyin melengkapi rangkaian kegiatan setelah ziarah. Untuk mengingat perjuangan pendiri dan tokoh-tokoh NU, rangkaian kegiatan Harlah NU di Turki ini ditutup dengan nonton bareng film dokumenter berjudul Nahdlatul Ulama dan Sejarah Kebangsaan.  

“Kerinduan suasana tahlilan di Indonesia terobati dengan acara seperti ini. Kami ingin merawat tradisi-tradisi NU meski jauh dari Tanah Air,” kata ketua pantia kegiatan, Hari Pebriantok. (Bernando J Sujibto/Fathoni)