::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pondok Tremas Terima Kunjungan Mahasiswa Ilmu Kepolisian

Kamis, 04 Februari 2016 10:00 Pesantren

Bagikan

Pondok Tremas Terima Kunjungan Mahasiswa Ilmu Kepolisian
Pacitan, NU Online
Sebanyak 10 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Jawa Timur, Rabu (2/2/2016) sore. Kunjungan dilakukan dalam rangka sosialisasi tentang bahaya paham radikal kepada para santri.

Rombongan diterima dengan hangat oleh pengurus Pondok Tremas H Multazam Surur dan para santri di Aula Rusunawa Pondok Tremas. Turut serta dalam kunjungan tersebut, Kaur Bin Ops Binmas Polres Pacitan Ipda Agus Irianto dan beberapa personel Polsek Kecamatan Arjosari, Pacitan.

Ketua rombongan, AKP Ruliyan Syauri mengaku senang dapat bersilaturahmi dengan para kiai Tremas dan para santrinya. Ia bersyukur dapat mengunjungi pesantren yang telah melahirkan para alumni yang banyak berjasa bagi pembangunan Indonesia ini.

Dalam paparanya tentang bahaya paham radikal dan aliran sesat, AKP Ruliyan menjelaskan, paham radikal yang mengatasnamakan agama saat ini mulai menyasar masyarakat yang berpengetahuan agama rendah, baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan.

“Utamanya orang yang berada di bawah garis kemiskinan, ini akan mudah dipengaruhi untuk masuk dalam gerakanya,” katanya di hadapan para santri.

Oleh karena itu, lanjutnya, masyarakat utamanya para santri agar dapat membentengi diri dari pengaruh paham radikal dan aliran sesat yang saat ini mulai marak, dan disinyalir telah menyusup ke pesantren-pesantren.

“Jangan sampai pesantren menjadi sarang pembibitan paham radikal dan teroris,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, AKP Ruliyan juga menyampaikan seputar isu-isu kekinian yang sedang menjadi perhatian pihak kepolisian. Di antaranya peredaran narkoba dan penjualan organ manusia.

Para santri diharap untuk selalu menjaga kondusivitas lingkungan pesantren. “Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita agar tetap aman, sehingga proses belajar di pesantren dapat berjalan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus Pondok Tremas H Multazam Surur berharap, para santri dapat menyerap apa yang disampaikan oleh Kepolisin Republik Indonesia melalui mahasiswa STIK ini. H Multazam meminta polisi dan pesantren dapat bersinergi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kunjungan mahasiswa yang didampingi oleh dosen pembimbing, Kombespol Bambang Priambodo dan Yuni, salah satu dosen di STIK, adalah dalam rangka melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Pacitan. Mereka adalah satu kelompok mahasiswa STIK ke-67. (ZaenalFaizin/Mahbib)