::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri Annuqayah Ungkap 10 Kelebihan Desa Teladan

Senin, 08 Februari 2016 02:01 Pesantren

Bagikan

Santri Annuqayah Ungkap 10 Kelebihan Desa Teladan
Pamekasan, NU Online
Salah seorang santri Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Arief Al Miftah, mengungkapkan ciri-ciri desa teladan. Hal itu dia dapatkan setelah selama sebulan menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Pamekasan.

Menurut mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) tersebut, terdapat beberapa program dan tata kelola yang patut dicontoh oleh aparatur desa yang masih mengalami stagnasi dalam menjalankan program kerjanya.

Itu berdasarkan pengamatannya di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. "Setidaknya terdapat 10 kelebihan Desa Lembung," ujarnya setelah menjalani KKN selama sebulan yang berakhir Ahad (7/2).

Pertama, terang Arief, di Desa Lembung, piket penjagaan balai desa aktif tiap hari, kecuali Minggu. Petugas baru bisa pulang pada pukul 12.00 WIB. Kedua, pamong/aparatur desa diberikan uang insentif tiap 3 bulan sekali sebesar 2.800.000.  Aparatur juga difasilitasi seragam dinas dan seragam olahraga.

Ketiga, setiap seminggu sekali, semua aparatur melakukan kerja bakti, bekerja sama dengan warga setempat. Tak terkecuali kepala desa beserta sekdesya.

"Keempat, setiap ada warga yang meninggal dunia, terdapat uang santunan dari desa. Selanjutna, setiap ada warga yang sakit, desa menyediakan mobil untuk transportasinya ke puskesmas atau rumah sakit. Dan kepala desa juga ikut membantu mengurusi administrasi dan pembiayaannya," papar Arief.

Keenam, setiap malam Jumat, di berbagai dusun ada kompolan tahlilan. Dan itu masih dalam koordinasi desa dengan menfungsikan kepala dusun.

Ketujuh, aparatur desa dipilih berdasarkan kualitas, bukan hanya integritas dan insentabilitas. Meskipun ketika pemilihan kepala desa (pilkades), dia di pihak lawan. Kalau dia berkualitas, tetap akan dipilih.

"Lawan bisa menjadi kawan". Tak ada konsep blater di desa Lembung," tekannya.

Kelebihan yang kedelapan, setiap perencanaan pembangunan desa, aparatur tak semena bermusyawarah sendiri, tapi juga mengundang tokoh masyarakat, kader muda, dan berbagai lapisan di masyarakat. Ini sebagai upaya untuk menjaga dan cek and balencing masyarakat tetap kentara.

Sembilan, koordinasi dari masyarakat, kepala dusun, kaur, sekdes, dan kades, sangat solid. Manajemen komunikasinya juga sangat bagus.

Terakhir, kegiatan PKK (pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga) rutin terlaksana sekali dalam seminggu. Rangkaian kegiatannya beragam, mulai dari arisan, penyajian soal cara mendidik anak, pembekalan keterampilan, dan lain sebagainya.

"Apakah di desa Anda juga demikian? Jika tidak, segera telusuri, dikawal. Sebab, anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) untuk tahun anggaran 2016 tak tanggung-tanggung, mencapai 2 miliar," tandasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)