::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pembangunan Prasasti Gus Dur di Jombang Belum Dapat Terealisasi

Senin, 08 Februari 2016 15:01 Daerah

Bagikan

Pembangunan Prasasti Gus Dur di Jombang Belum Dapat Terealisasi
Jombang, NU Online
Sudah cukup lama masyarakat Kabupaten Jombang dan pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menginginkan adanya pembangunan prasasti Gus Dur di Jombang, bahkan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat sempat membincangkan soal pembangunan tersebut terhitung sejak tahun 2012 lalu. 

Disinyalir, persiapan pembangunan, termasuk pesanan prasasti seberat 8 ton sudah jadi, dan tinggal pemasangan. Namun hingga sekarang masih belum ada tanda-tanda realisasinya. 

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Ahmad Syamsul Rijal saat dimintai tanggapannya menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya prasasti Gus Dur di Jombang. “Bahkan pada saat itu kita juga hadir dalam rapat dengan Pemkab soal rencana tersebut. Kalau sampai sekarang masih belum terealisasi, wah saya tidak tahu di mana problemnya,” ujarnya kepada NU Online, Senin (8/2/2016).

Rijal, sapaan akrabnya mengungkapkan, semangat yang melatari saat itu adalah menguatkan karakter Jombang sebagai kota santri, kota pesantren, dan kota para pendiri Nahdlatul Ulama (NU). 

“Keberadaan prasasti itu juga akan menjadi catatan sejarah bagi anak cucu kita tentang sosok Gus Dur yang membanggakan,” terang pria pegiat masyarakat sipil ini.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jombang, M Subaidi Muchtar mengakui dalam APBD tahun ini belum ada alokasi dana untuk pembangunan prasati Gus Dur tersebut. Namun ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang berkembang. 

“Kalau memang problem pemerintah adalah biaya, pada APBD perubahan tahun ini Insyaallah akan kita masukkan,” kata Ketua DPC PKB Jombang ini. (Syamsul Arifin/Fathoni)