::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ganjar Ingin Desain Lasem dengan Ciri Pesantren, Pecinan dan Arab

Selasa, 09 Februari 2016 09:00 Daerah

Bagikan

Ganjar Ingin Desain Lasem dengan Ciri Pesantren, Pecinan dan Arab
Rembang, NU Online
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan keinginannya Lasem menjadi salah satu tempat destinasi wisata di Jawa Tengah. Menurutnya, desain kawasan Lasem, berikut semua unsur di dalamnya seperti pesantren, pecinan, Arab harus ditata dengan baik, sehingga maupun pengunjung bisa nyaman.

"Kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilantik, segera undang pakar untuk mendesain ini, bagaimana penataan kawasan Lasem,” tuturnya saat menghadiri acara perayaan Imlek 2567 di Klenteng Poo An Bio Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Rembang, Ahad (7/2) malam.

Ganjar menambahkan, kunci pertama terwujudnya suasana nyaman adalah kebersihan. Dan kepada masyarakat Lasem, Gubernur mengajak minimal seminggu sekali bisa bergotong royong untuk membersihkan lingkungan.

Selanjutnya seluruh produk unggulan harus dioptimalkan untuk mendukung suksesi destinasi pariwisata. Pemerintah akan mendukung untuk infrastruktur dan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

"Berbagai potensi wisata mulai kuliner, kerajinan seperti batik dan sejarahnya harus dioptimalkan," jelasnya.

Bahkan mantan anggota DPR RI itu meminta jika bersih-bersih Lasem bisa terlaksana tidak lupa untuk memotret dan membaginya di Twitter dengan menyebut akun twiter Ganjar Pranowo. Tujuannya agar dunia tahu bahwa ada gerakan masyarakat untuk mewujudkan Lasem sebagai kota bersejarah.

Dalam perayaan Imlek di Lasem, berbagai pertunjukan dihadirkan untuk menghibur masyarakat. Mulai dari pertunjukkan Barongsai, pertunjukan lintas etnik itu menghadirkan cerita kepahlawanan seorang pribumi bernama Raden Panji Margono dan dua orang etnik tionghoa bernama Oei Ing Kiat dan Tan Kee Wie saat melawan VOC pada tahun 1740-an hingga pesta kembang api.

Acara ini semakin lengkap setelah tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, para pejabat kabupaten Rembang juga berkesempatan hadir. Pj Bupati Rembang Suko Mardiono, Kapolres Rembang AKBP Winarto, Dandim Kodim 0720 Rembang, Letkol Inf Darmawan Setiady, anggota DPR RI Imam Soeroso dan Bupati terpilih Abdul Hafidz dan Wakil Bupati terpilih Bayu Andriyanto juga terlihat hadir secara pribadi. (Aan Ainun Najib/Mahbib)