Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

LPPNU Kotaanyar Bina Petani Buat Pupuk Bokhasi

Selasa, 09 Februari 2016 18:00 Daerah

Bagikan

LPPNU Kotaanyar Bina Petani Buat Pupuk Bokhasi
Para petani Kotaanyar Probolinggo sedang praktik membuat pupuk bokhasi.
Probolinggo, NU Online
Para petani yang ada di wilayah Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo saat ini sudah mampu membuat pupuk bokhasi padat secara mandiri. Dalam praktiknya, mereka mendapatkan pembinaan dari Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kecamatan Kotaanyar.

“Alhamdulillah saat ini para petani sudah bisa membuat pupuk bokhasi sendiri untuk memupuk tanamannya. Dengan acara ini setidaknya ada penghematan biaya yang dikeluarkan untuk pertaniannya,” kata Ketua MWCNU Kecamatan Kotaanyar, Suparman.

Sementara itu, Ketua MWC LPPNU Kecamatan Kotaanyar Mudzakkir mengungkapkan pembuatan pupuk bokhasi ini bermula saat para petani kesulitan mendapatkan pupuk tanamannya. Disisi lain, tanamannya harus segera dipupuk agar tidak mati. “Berangkat dari situ karena akhirnya membuat inisiatif dengan menggandeng petugas pertanian untuk mengajari petani membuat pupuk bokhasi padat,” ujarnya.

Senin (8/2/2016) dilakukan pemantapan sekaligus uji coba hasil pembuatan pupuk bokhasi padat petani secara berkelompok dengan bimbingan pengurus LPPNU Kecamatan Kotaanyar dan petugas pertanian.

“Kegiatan ini dilakukan agar petani mampu membentuk kelompok tani dengan administrasi yang lebih baik dan dapat meningkatkan hasil pertaniannya dengan biaya yang lebih murah,” jelasnya.

Menurut Mudzakkir, pembuatan pupuk bokhasi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan petani kepada pemakaian pupuk kimia. Setidaknya nantinya mampu meningkatkan kemampuan para pengurus NU sekaligus membantu mengatasi kelangkaan pupuk yang sangat meresahkan petani.

“Semoga keterampilan pembuatan pupuk bokhasi padat ini bisa terus dikembangkan dengan bimbingan masing-masing ranting NU sehingga bisa menambah ilmu bagi petani yang selama ini sering mengalami kekurangan pupuk bersubsidi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)