::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ratusan Banser Brebes Digembleng pada PKD dan Diklatsar

Rabu, 10 Februari 2016 02:01 Daerah

Bagikan

Ratusan Banser Brebes Digembleng pada PKD dan Diklatsar
Brebes, NU Online
Sebanyak 180 anggota Barisan Ansor Brebes, Jawa Tengah, digembleng secara fisik dan mental dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser. Mereka mendapatkan berbagai materi dan praktek tentang berbagai hal guna menguatkan diri sebagai anggota Banser yang berkualitas.
 
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Brebes Ahmad Munsip Maksudi menjelaskan, PKD dan diklatsar digelar dengan tujuan untuk mencetak kader-kader penerus Ansor yang militan didalam memperjuangkan Aqidah Ahlusunah wal-Jama'ah Annahdliyah.

"Kami perlu memberikan doktrin Aswaja di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia guna membentengi pengaruh paham radikalisme," terang Munsip saat menyampaikan sambutan pembukaan PKD dan diklatsar di SMA Nurul Huda NU Paguyangan, Brebes, Sabtu (6/2) lalu.

Acara yang digelar selama tiga hari, Sabtu hingga Senin (6-8/2) itu diikuti utusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Tonjong, Bumiayu, Sirampog, Salem, Bantarkawung, dan Paguyangan. “Masing-masing PAC mengirimkan 30 orang kader militan,” katanya.

Wakil Bupati Brebes Narjo SH saat membuka acara membacakan pidato Sambutan Bupati Hj Idza Priyanti SE. Bupati mengajak Ansor untuk selalu mawas diri dan tetap menjadi penolong umat. Dibuktikan dengan menciptakan suasana guyub rukun dalam membangun Brebes tanpa pamrih.

Narjo menambahkan, bahwa Ansor sebagai garda terdepan pemuda NU harus membela NKRI dan menekan gerakan radikalisme seperti ISIS dan yang baru-baru ini Gafatar dan paham-paham radikal lainnya. “Waspada dan informasikan segala sesuatu yang menyimpang dari tradisi masyarakat agar tetap aman dan kondusif,” ajaknya.

Peserta diklatsar antara lain mendapatkan materi tentang Undang-Undang Lalu Lintas, ketahanan negara, bahaya narkoba, strategi pembangunan daerah, ke-aswaja-an, dan lain-lain.

Peserta juga di gembleng dengan latihan fisik dan mental seperti baris berbaris, haling rintang, pengisian kekebalan tubuh, hingga keprotokolan.  (wasdiun/abdullah alawi)