Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

LPBI NU Bantu Korban Banjir dan Longsor di Sumbar dan Riau

Senin, 15 Februari 2016 05:01 Nasional

Bagikan

LPBI NU Bantu Korban Banjir dan Longsor di Sumbar dan Riau
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumbar dan Riau, Ahad (14/2). Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk 475 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Pasaman, Limapuluh Kuto di Sumbar, serta Kampar dan Rokan Hulu di Riau.

Empat daerah ini dipilih berdasarkan jumlah dan besarnya dampak yang ditimbulkan. Sedangkan pemberian bantuan ini dilaksanakan berdasarkan assessment yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, yang menyebutkan bahwa saat ini kebutuhan utama masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumbar dan Riau di antaranya adalah makanan.

Saat ini tak kurang dari 2.150 KK yang terdiri dari 8.660 jiwa korban bencana banjir dan tanah longsor mengungsi. Rata-rata rumah mereka terendam setinggi 1,5 meter. Banjir dan longsor yang terjadi di Sumbar dan Riau menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah. Sebanyak 9 jembatan terputus sehingga transportasi darat antarkabupaten lumpuh, ribuan rumah terendam, dan ratusan hektar sawah pun rusak.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari lalu di Sumbar dan Riau mengakibatkan 3.050 rumah terendam, dan sekitar 100 hektar sawah juga terendam setinggi 1 meter.

BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, masyarakat dan berbagai pihak telah mendirikan sejumlah posko dan membagikan sejumlah bantuan. Tetapi terputusnya transportasi dan kondisi lapangan menyebabkan kesulitan untuk menjangkau masyarakat terdampak, terutama mereka yang berada di daerah yang terisolir.

Pengurus Pusat LPBI NU menurunkan bantuan berupa paket sembako melalui PCNU. Skema pemberian bantuan melalui perangkat organisasi NU di tingkat kabupaten ini diharapkan mampu menjangkau warga yang terdampak banjir dan longsor terutama mereka yang berada di kawasan yang sulit dijangkau karena keterputusan akses.

Ketua PP LPBI NU Muhamad Ali Yusuf mengatakan bahwa bantuan yang diberikan LPBI NU ini dimaksudkan untuk membantu para korban terdampak bencana banjir di Sumbar dan Riau setelah dilakukan assessment. Lebih lanjut, Ali Yusuf mendesak semua pihak terutama pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha di Sumbar dan Riau harus serius dan segera merumuskan rencana dan tindakan konkret untuk mengurangi risiko bencana yang sebenarnya sudah diketahui karena daerah tersebut yang sudah pasti teridentifikasi sebagai daerah rawan bencana.

Dengan upaya itu, Ali Yusuf berharap kejadian yang sangat merugikan masyarakat seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Menyambut bantuan dari PP LPBI NU, Ketua PCNU Limapuluh Kuto Sahrul Isman yang mewakili penerima bantuan mengatakan, “Bantuan yang diberikan oleh PP LPBI NU ini sangat diperlukan  dan sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.”

Ketua PCNU Kampar Purwadi mengucapkan terima kasih kepada PP LPBI NU, dan akan segera menyalurkan bantuan itu kepada masyarakat terdampak banjir di Riau. Masyarakat di beberapa daerah belum menerima bantuan akibat terputusnya jembatan menuju daerah mereka. Dengan bantuan dari PP LPBI NU yang diberikan langsung ke kabupaten, mudah-mudahan dapat mengurangi penderitaan masyarakat terdampak banjir dan longsor di Riau. (Red Alhafiz K)