Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba!

Senin, 15 Februari 2016 19:01 Nasional

Bagikan

Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba!
Salah satu sudut Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.
Subang, NU Online
Menyebut pesantren sebagai sarang teroris dan narkoba merupakan pernyataan yang salah dan 'ngawur', karena Islam dan nasionalisme adalah ajaran yang sudah melekat di kalangan pesantren.

"Membuat identifikasi pesantren sebagai sarang terorisme dan sarang narkoba itu salah. Ketika berbicara Islam dan nasionalisme, tidak akan ada radikalisasi dan narkoba disana," tegas KH Maman Imanulhaq, Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka usai mengikuti Dzikir Akbar di Pesantren Attawazun, Kalijati, Subang, Ahad (14/2/2016).

Anggota Fraksi PKB DPR RI ini menambahkan, ketika ditemukan ada 19 lembaga pendidikan Islam yang mencetak teroris, diharapkan agar BNPT tidak melakukan generalisasi kepada seluruh pesantren.

"Kalau pun disebut ada 19 pesantren, tolong jangan menyebutnya sebagai pesantren, sebut saja majelis yayasan pendidikan saja, kita tersinggung oleh perkataan itu," tegas Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu.

Untuk menyelesaikan masalah terorisme, kata dia, diharapkan kepada BNPT untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama serta menentukan parameter dan indikator pesantren yang terjangkit ajaran radikalisme.

"Deradikalisasi tidak akan berhasil tanpa ada koordinasi, komunikasi dan konfirmasi. Saya juga ingin menegaskan agar media dan publik tahu bahwa pesantren bukan sarang teroris ataupun narkoba," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)