::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Said Minta Orang Tua Jaga Anak dari Pengaruh LGBT

Sabtu, 20 Februari 2016 15:28 Nasional

Bagikan

Kiai Said Minta Orang Tua Jaga Anak dari Pengaruh LGBT
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta para orang tua dan keluarga menjaga anak-anak dari pengaruh penyimpangan yang dilakukan oleh kelompok LGBT.

“Mari kita jaga anak dan keluarga kita dari kerusakan dan kehancuran yang menjerumuskan ke api negara,” katanya kepada NU Online, Sabtu (20/2).

Kepada para kiai NU, Kiai Said juga menyampaikan pesan yang sama agar menjaga keluarga dan komunitasnya. 
 
“Kewajiban kita adalah berdakwah, mengajak kembali ke jalan yang normal. Memang ada menyimpangan orientasi seks bawaan lahir tetapi jumlahnya sedikit. Yang banyak terjadi sekarang karena pergaulan, latah dan dibikin-bikin,” paparnya.

Yang membuat dirinya prihatin adalah, jika penyimpangan orientasi seks ini pada zaman dahulu disembunyikan dan dianggap aib, saat ini malah ditunjukkan dengan bangga. Bahkan ada pula orang yang mendukung dengan menjadi penyandang dana.

“Saya mendukung langkah JK yang menentang pemberian dana buat kelompok LGBT. Mending dananya untuk yang lain seperti membangun rumah sakit, pendidikan, kesehatan, UKM, dan lainnya. Mendukung pendanaan LGBT termasuk mubadhirin, ini seperti kolaborasi syaitan,” tegasnya. 

Dijelaskannya, semua ulama Islam, dari mazhab apapun mengharamkan LGBT karena hal ini melanggar fitrah manusia. Allah menciptakan manusia secara fitrah berpasang-pasangan untuk regenerasi. “Allah memberikan rasa kasih sayang diantara laki-laki dan perempuan. Kalau antara sesama laki-laki atau sesama perempuan, ini melanggar fitrah. Ini tidak bisa diganggu gugat,” tegasnya. 

Adapun dalam Islam, dikenal istilah khuntsa yaitu orang yang memiliki dua alat kelamin. Tetapi mereka diatur tersendiri. “Yang terjadi sekarang bukan khuntsa. Sekarang penyimpangan yang direkayasa. Larut dalam hawa nafsunya, sangat bebas,” katanya. (Mukafi Niam)