::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam

Senin, 22 Februari 2016 11:49 Daerah

Bagikan

NU Tidak Akan Mendirikan Negara Islam
Drs KH. M Syakir Ali, M.Si ketika memberikan sambutan pelantikan pengurus baru PCNU Sleman, di Pesantren Ar-Robithah, Krapyak Lor, Wedomartani, Sleman
Sleman, NU Online
Dalam Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama, tertulis bahwa tujuan didirikannya NU adalah terlaksananya syariat Islam Ahlusunnah wal Jamaah di NKRI untuk mencapai kemasalahatan umat manusia. NU tidak pernah punya cita-cita mendirikan negara Islam. Itulah yang membedakan NU dengan organisasi yang akhir-akhir ini begitu gencar mengkampanyekan berdirinya negara Islam.

Demikian disampaikan Wakil Rais Syuriah PWNU DIY, Drs KH. M Syakir Ali, M.Si ketika memberikan sambutan atas nama PWNU DIY dalam acara pelantikan pengurus baru PCNU Sleman, di Pesantren Ar-Robithah, Krapyak Lor, Wedomartani, Sleman, Ahad (21/02).

“NU tidak akan seperti Gavatar dan kelompok-kelompok ekstrem lainnya yang akan mendirikan negara Islam di sini. Jadi tidak usah khawatir Pak TNI dan Pak Polri,” ujar Kiai Syakir yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Selanjutnya, Kiai Syakir, sapaan akrabnya, berpesan agar para pengurus NU Sleman yang dilantik hari itu untuk senantiasa berpegang teguh pada jalan yang telah ditempuh oleh NU.

“Kalau Pengurus NU tidak mampu berkhidmah di jalur yang benar, lebih baik keluar dari kepengurusan. Jadi pengurus NU harus serius, jangan hanya ramai saat pelantikan seperti ini. Kalau pelantikan ramai, sampai panggungnya penuh, tapi saat rapat, yang datang cuma sedikit.” kata Kiai Syakir yang dikenal kerap melontarkan kritik pedas pada pengurus-pengurus NU yang hanya numpang nama saja.

Pengurus NU, lanjutnya, harus tahu Qanun Asasi yang ditulis Kiai Hasyim Asy’ari. Itu bimbingan moral bagi para pengurus NU.  Itu pegangan penting.

“Pengurus NU juga harus tahu Fikroh Nahdiyah, Mabadi Khairu Ummah, Al-Kulliyat al-Khams atau hak asasi manusia,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Diponegoro. 

“Kita harus belajar dari mereka yang jumlahnya minim, tapi mampu berbuat banyak. Banyak persoalan umat yang harus segera kita selesaikan, misalnya soal perekonomian.” tandas Kiai Syakir.  

Sebagaimana diketahui, selama lima tahun mendatang, kepemimpinan PCNU Kabupaten Sleman dipimpin  KH Mas’ud Masduki dan Ismail S Ahmad. Keduanya terpilih dalam konferensi cabang yang digelar di Kompleks Pendidikan Al-Azhar, Ringroad Utara, Desember tahun lalu. (Nur Rokhim/Zunus)