::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PCNU Brebes Soroti Penyebab Merebaknya LGBT

Senin, 22 Februari 2016 17:01 Daerah

Bagikan

PCNU Brebes Soroti Penyebab Merebaknya LGBT
Brebes, NU Online
Merebaknya gerakan Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) ditengarai akibat menipisnya iman seseorang. Sebab, mereka tidak mengindahkan iman sebagai pondasi mental dalam menjalani kehidupan. Apalagi serangan tontonan di televisi dan media sosial sangat gencar dengan menawarkan gaya hidup hedon. 

Demikian disampaikan Ketua PCNU Brebes KH Atoillah Syatori saat memberikan nasihat pada pengajian Manakib Kubra Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Ketanggungan, di halaman Masjid Al-Hikmah Desa Ketanggungan Kecamatan Ketanggungan Brebes Jawa Tengah, Ahad (21/2/2016).

Menurut Kang Atho, demikian sapaan akrabnya, televisi dan media sosial secara nyata telah menggerogoti kadar keimanan seseorang. Sementara iman seseorang senantiasa mengalami fluktuasi atau naik turun. Untuk itu, dia berharap agar umat Islam memelihara iman, karena iman bisa naik dan turun. Agar iman tidak hilang, maka iman harus dipelihara, dengan sering baca dan mengamalkan Al-Qur’an.

Seperti acara yang digagas oleh MWCNU Ketanggungan ini, imbuhnya, sejatinya merupakan peningkatan keimanan meskipun kelihatannya hanya sekadar acara rutin yang dilaksanakan setiap hari Minggu Legi. Tetapi imbasnya sangat positif bagi peningkatan kadar keimanan seseorang.

Camat Ketanggungan Rejeh Juanda yang mewakili Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti, menuturkan bahwa pada tahun 2016 ini, ada banyak dana yang akan disalurkan untuk perbaikan jalan di wilayah Ketanggungan. Juga pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bisa dilakukan di Kecamatan Banjarharjo. Termasuk dana yang digulirkan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia seperti peningkatan Madrasah, santunan yatim piatu, maupun stimulant untuk guru ngaji, pondok pesantren, dai-daiyah, hafidz-hafidzah, dan lain-lain.

Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Ketanggungan, Slamet Riyadi menekankan pentingnya masyarakat berpegang teguh dengan Aqidah Ahlusunah wal Jamaah dan mewaspadai paham radikal di sekitarnya. “Kita harus menjaga ketenangan dan ketenteraman lingkungan masing-masing, jangan mudah terprovokasi oleh paham-paham yang menimbulkan keresahan di masyarakat,” ajaknya.

Maidzatul Hasanah disampaikan dai kocak KH Dirjo Abdul Hadi yang mengajak Nahdliyin untuk menjaga PBNU yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan UUD 1945.

Dengan gaya khasnya, Kiai Dirjo berwasiat agar warga Nahdliyin jangan mudah terpecah belah. “Carilah persamaan jangan cari perbedaan dan carilah kelebihan jangan cari kekurangan,” pesannya.

Sebelum pengajian manakib kubra dimulai, para pengunjung dihibur dengan hadroh IPNU-IPPNU Ketanggungan. (Wasdiun/Fathoni)