::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos

Selasa, 23 Februari 2016 06:02 Opini

Bagikan

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos
Oleh Hijroatul Maghfiroh
Dalam tulisan sebelumnya mengenai bank sampah, nasabah haruslah memilah sampah terlebih dahulu dari rumah. Sampah yang dipilah adalah sampah organik yang mudah terurai dan sampah non-organik yang susah terurai.

Sampah non-organik seperti botol plastik, kaleng, plastik, kertas, dan lain-lain kemudian dijual ke pengepul dan sisanya dikelola dengan cara recycle atau mendaur ulang, keterangan lebih lanjut bisa dibaca di tulisan sebelumnya tentang mengelola sampah dengan 3R.

Dalam seri tulisan terakhir ini kami akan menyampaikan bagaimana mengelola sampah organik baik skala rumah tangga maupun komunitas. Sampah organik ternyata sangat bermanfaat untuk lingkungan sekitar jika kita bisa mengelolanya dengan mengubahnya menjadi kompos.

Pasti kita semua tidak asing dengan istilah kompos, pupuk alami yang dapat menyuburkan tanah dan membantu proses berkembangnya tanaman dengan cara organik. Kompos selain mampu mengurangi sampah organik juga mampu menggantikan penggunaan pestisida untuk tanaman yang berdampak buruk bagi tanah dan lingkungan. Lalu bagaimana membuat kompos, inilah beberapa cara membuat kompos secara sederhana;

Pertama, siapkan media yang akan digunakan untuk membuat kompos. Medianya bisa berbentuk karung yang berarti hanya akan menghasilkan kompos padat, atau ember yang sudah dilubangi sebagai sirkulasi udara dan sudah disediakan pembatas di bawah untuk menampung kompos cair sekaligus menghasilkan kompos padat di bagian atas.

Sebenarnya masih banyak pilihan media lain yang bisa digunakan dalam membuat kompos. Dalam tulisan ini akan dijelaskan pembuatan kompos menggunakan media ember dengan pembatas yang akan menghasilkan kompos cair dan padat.

Kedua, untuk mempercepat proses pembuatan kompos dan membantu menghilangkan bau dalam proses kompos, kita dapat menambahkan cairan bioaktivator. Cairan ini bisa didapatkan di toko obat atau dengan membuatnya sendiri.

Ada banyak pilihan membuat bioaktivator. Salah satunya dengan menggunakan 20 liter air kelapa, 2 kg gula merah, 6 potong ragi tapai. Bahan-bahan itu kemudian dicairkan menjadi satu untuk mempermudah pencairan. Ambil air kelapa untuk merebus gula beras. Ketika gula merah sudah cair, campurkan dengan sisa air kelapa lainnya dan tambahkan ragi tapai. Diamkan sampai 24 jam. Masukan ke dalam botol dan tutup rapat.

Ketiga, proses pembuatan kompos dimulai. Sampah organik yang telah dikumpulkan dicacah untuk mempercepat proses. Setelah dicacah, semprotkan bioaktivator yang sudah kita buat di atas. Bioaktivator yang telah dibuat di atas dan akan digunakan, harus dicampur dengan 400 ml air dari 3 sendok teh/tutup botol bioaktivator.

Keempat, masukkan sampah cacahan yang telah disemprot bioaktivator ke dalam media kompos dalam hal ini ember (bisa juga karung). Untuk pemancing proses komposting sampah cacahan tadi bisa dicampuri kompos padat yang sudah jadi, sekam, atau abu dapur.

Jika menggunakan media karung, ikat karung yang sudah berisi sampah yang akan dikomposting. Diamkan. Jika dalam waktu setidaknya 24 jam karung bersuhu tinggi atau panas, berarti proses komposting berjalan dengan baik.

Kelima, tambahkan terus setiap hari cacahan sampah organik ke dalam media komposting. Jika kompos yang dihasilkan terasa ‘becek’ atau berair, campurkan kompos yang sedang berproses dengan sampah daun kering.

Jika menggunakan media ember yang menghasilkan kompos cair, pastikan kompos cair terkontrol dengan mengambilnya secara reguler melalui lubang bawah ember yang sudah disiapkan agar cairan kompos tidak menggangu proses kompos padat di atasnya.

Keenam, lakukan terus-menerus hingga kompos penuh. Jangan lupa mengaduknya dengan menggunakan kayu atau benda lainnya agar kompos yang sudah jadi di bawah bisa lebih dulu digunakan, karena jika sudah menjadi kompos, ia akan terus menyusut.

Ketujuh, kompos berwarna kecoklatan sampai hitam pekat dan lembut sudah siap digunakan. Kompos cair bisa digunakan untuk menyemprot daun dan batang. Tetapi penggunaannya juga harus dicampur dengan air, 3 sendok teh kompos cair dengan 2 liter air.

Mudah bukan membuat membuat kompos? Selain mengurangi sampah organik yang menimbulkan bau menyengat jika tidak dikelola dengan baik, kompos juga bisa membantu petani mengembalikan kesuburan tanah dan menjadikan hasil tanamannya sebagai tanaman organik yang selain sehat juga berdaya jual tinggi. Jadi tunggu apalagi. Ayo bikin kompos sendiri. Mulai lah menanam dengan hasil kompos tadi.


*) Hijroatul Maghfiroh, Program Manajer Lingkungan Hidup Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU)