::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kaji Dakwah Kontekstual, PCINU Sudan Hadirkan Ulama Mesir

Selasa, 23 Februari 2016 10:00 Internasional

Bagikan

Kaji Dakwah Kontekstual, PCINU Sudan Hadirkan Ulama Mesir
Khartoum, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menyelenggarakan seminar nasional sebagai salah satu rangkaian acara peringatan hari lahir ke-90 NU ke-90 yang dimotori Lembaga Dakwah PCINU Sudan, Senin (22/2).

Dalam seminar yang bertema “Kontekstualisasi Dakwah di Era Kebebasan Informasi dan Politik” di Aula PCINU Sudan, Khartoum, Sudan, kali ini, hadir sebagai narasumber adalah Syekh Mahmud YasinAl-Azhari, salah satu ulama Mesir yang memiliki peran dakwah besar di negeri Dua Niel ini.

Syekh Mahmud merupakan alumnus Universitas Al-Azhar Mesir yang memiliki majelis ilmu di Sudan. Dalam studinya di Universitas Al-Azhar ia mengambil jurusan usuluddin dan dakwah. Dan pada tingkat magister dan doktoral ia fokus studi di bidang hadist dan ilmu hadist.

Ia yang fokus studi hadits pada tingkat magister dan doktoral ini memaparkan mengenai pembaruan dalam dakwah islamiyah. Pembaruan yang dimaksud adalah pembaruan dalam masalah furu’, bukan dalam masalah ushul. Menurutnya, syariat dan hukum yang sudah tetap dapat terpadu dengan kondisi umat saat ini. Sehingga umat mampu menerima penyampaian dakwah dan hukum sesuai tuntunan syariat meski dalam perubahan zaman.

Syekh Mahmud juga menegaskan pentingnya pemahaman yang mendalam bagi para dai dalam menyampaikan dakwahnya, agar materi yang disampaikan mencapai tujuan yang ditargetkan.

“Seyogianya para dai lebih mendekatkan jalan dakwah untuk taqorrub ilallah, bukan hanya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan itu maka umat akan mampu menyerap hikmah ilmu yang disampaikannya” tuturnya

Ia melanjutkan, bahwa seorang dai seharusnya memiliki tekat yang tinggi dalam misi dakwahnya, dibarengi dengan ilmu yang mumpuni yang didapat dari para perjuangan belajar dari para masyayikh. Pemanfaatan waktu juga menjadi hal utama dalam misi dakwah, sehingga para dai harus mampu memaksimalkan waktunya dalam belajar dan berdakwah.

Pemaparan materi dakwah ini pun berakhir pada pukul 13.20. Acara pun dilanjutkan dengansesi tanya jawab dari peserta seminar. Berkesembatan untuk bertanya kali ini Ust Taufiq dari A’wan Syuriah, Muhammad Shiddiq; Wakil PPI Sudan, dan Abdul Muiz; anggota PCINU Sudan. Acara pun diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan oleh PCINU Sudan kepada pembicara DR Mahmud Yasin Al-Azhary.

Rais Syuriah H. Sidik Ismanto dalam kesempatan itu memperkenalkan dan menjelaskan peranan PCINU Sudan dan NU dalam berbagai sisi. Ia juga menyampaikan alasan pemilihan tema besar dalam seminar dakwah ini.

“Tema besar dalam seminar kali ini dipilih karena pentingnya pembaharuan dalam menyampaikan dakwah kepada umat, mengingat tradisi, kebudayaan, dan zaman yang berubah, maka sistem dakwahpun harus menyesuaikan dengan polemik yang ada” tuturnya.

Acara yang dimulai pukul 11.00 waktu Sudan tersebut dihadiri banyak peserta, di antaranya ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan dan wakilnya, perwakilan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia di Sudan, perwakilan Persatuan Mahasiswa Thailand Selatan, serta mahasiswa dan mahasiswi asal Indonesia. (Muahammad Luqman Hambali/Mahbib)