::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Syekh Fadhil Al-Jailani Resmi Jadi Pembina Pesantren di Indramayu

Selasa, 23 Februari 2016 11:03 Internasional

Bagikan

Syekh Fadhil  Al-Jailani Resmi Jadi Pembina Pesantren di Indramayu
Casablanca, NU Online
Cucu sekaligus peneliti kitab karya- karya fenomenal Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Syekh Dr Muhammad Fadhil Al-Jailani, secara resmi menyatakan diri sebagai Pembina Utama Yayasan Pondok Pesantren Asy- Syafi'iyyah Kedungwungu, Krangeng, Indramayu, Jawa Barat.
 
Hal itu tertuang dalam surat pernyataan yang ia tulis, Senin (22/2), di sela-sela kunjungannya di kota Casablanca, Kerajaan Maroko.
 
"Sebagaimana diketahui, terdapat Yayasan Pondok Pesantren yang bernama Asy-Syafi'iyyah, di Kabupaten Indramayu di bawah asuhan KH Afandi Abdul Muin. Dengan ini, saya menyatakan bersedia sebagai pembimbing lembaga tersebut," demikian di antara bunyi surat dalam bahas Arab dari Ulama fenomena yang menemukan Kitab "Tafsir Al- jailani" di Vatikan tersebut.
 
Surat tersebut ditulis menggunakan tangan langsung Syekh Fadhil, disertai tandatangan dan stempel nama, disaksikan oleh KH Nasrulloh Afandi, Wakil Ketua Yayasan Pesantren Asy- Syafi'iyyah Kedungwungu.
 
Kepada Gus Nasrul, sapaan akrab Nasrulloh Afandi, Syeikh Fadhil Jailani mengaku, "Saya sudah berkunjug lebih dari tiga puluh negara dan mengunjungi ratusan lembaga pendidikan dan dakwah di berbagai negara, namun ini kali pertama saya menyatakan diri siap sebagai pembina sebuah lembaga pendidikan dan dakwah, yaitu di Indonesia," tutur ulama yang berdomisili di Turki dan sudah lebih dari 20 kali berkunjung ke Indonesia itu.
 
Gus Nasrul menyambut gembira atas surat pernyataan Syeikh Fadhil al- Jailani. Menurutnya, mendapat dukungan dari ulama besar keturunan Syeikh Abdul Qodir Jailani adalah suatu hal yang sangat istimewa.

"Semoga ini menjadi motivasi untuk kemajuan yayasan kami di hari depan, serta dalam tinjaun tradisi pesantren,” tutur kandidat doktor Maqashid Syariah Universitas al- Qurawiyin Maroko itu.
 
Di sisi lain, silaturahim Syeikh Fadhil al-Jailani dengan Gus Nasrul memang sudah terjalin lebih dari lima tahun. Syeikh Fadhil juga pernah menginap di rumah muridnya tersebut di Indramayu beberapa bulan lalu. (Abdul/Mahbib)