::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PWNU Jawa Tengah Minta Ranting dan MWCNU Dihidupkan di Banjarnegara

Rabu, 24 Februari 2016 00:04 Daerah

Bagikan

PWNU Jawa Tengah Minta Ranting dan MWCNU Dihidupkan di Banjarnegara
Banjarnegara, NU Online
Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah mendukung Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Angkatan II yang diselenggarakan PCNU Banjarnegara di Majelis Ta’lim Aswaja Desa Susukan Kecamatan Wanayasa, Jum’at-Ahad (19-21/2). Ia berharap peserta pendidikan ini dapat berkiprah menggerakkan NU di tingkat ranting dan wakil cabang.

Kiai Ubaidillah menegaskan bahwa tantangan Indonesia adalah tantangan NU. Ini tidak lain karena penduduk muslim Indonesia 50% adalah orang NU.

Ia berpesan kepada semua peserta PKPNU untuk menghidupkan MWCNU dan Ranting NU. Menurutnya, MWCNU dan Ranting NU inilah yang menguatkan NU secara keseluruhan.

“Yang paling penting ada ranting dan MWCNU. Tetapi harus tertib sesuai dengan AD/ART. Karena sejatinya yang menguatkan NU adalah MWCNU dan ranting yang kiprahnya langsung bersinggungan dengan masyarakat,” pesan Kiai Ubaidillah kepada seluruh peserta PKPNU.

Pendidikan ini sengaja ditepatkan di lokasi terpencil. Pemilihan tempat sesuai dengan arahan PBNU, harus tempat yang tenang, jauh dari jalan raya dan utamanya di lingkungan pesantren. “Maka dipilihlah pegunungan yang jauh dari keramaian,” kata Khozin Amanullah selaku instruktur lokal.

Sementara Ketua PCNU Banjarnegara H Zahid Khasani menyampaikan bahwa PKPNU ini bersifat sistem gugur. “Siapa saja yang tidak mengikuti semua rangkaian acara PKPNU, kami anggap gugur dan tidak mendapat sertifikat,” kata H Zahid.

Rais Syuriyah PCNU Banjarnegara KH Mujtahdi Toblawi juga berpesan agar acara PKPNU ini betul-betul dihayati dan diresapi. “Sehingga nantinya kita betul-betul bisa membawa kemajuan NU di Banjarnegara.”

Pendidikan ini diadakan dalam rangka penguatan kaderisasi terstruktur dan terarah. Dalam pendidikan yang diikuti oleh perwakilan dari setiap MWCNU se-Kabupaten Banjarnegara ini tampak hadir Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah, Rais Syuriyah dan Ketua PCNU Banjarnegara, Danramil Wanayasa, Kades Wanayasa, dan Banom NU seperti Ansor dan IPNU. (Mad Sholihin/Alhafiz K)