::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah

Rabu, 24 Februari 2016 06:01 Daerah

Bagikan

Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah
Way Kanan, NU Online
Bumi berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena itu, menjaga karunia Allah tersebut untuk tidak tercemar dan rusak merupakan keharusan. Setiap muslim berkewajiban ‘mencambuk' dirinya mencintai kebersihan.

Pengasuh Pesantren Assiddiqiyah 11 Kiai Imam Murtadlo di Gunung Labuhan, Selasa (23/2) menilai maslahat  kegiatan "Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020".

"Kegiatan semacam itu harus ditindaklanjuti. Jadikan itu sebagai cambuk bagi kita, umat Islam untuk mencintai kebersihan. Artinya jangan sekali, tapi terus berlanjut. Masyarakat harus diedukasi memilah sampah dari sumbernya, karena sampah bisa menjadi berkah. Ini harapan saya ke depan," ujar Kiai Imam.

Al-Quran Surat At-Taubah ayat 108 menyatakan Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang bersih. Sementara Al-Quran Surat Ali Imran ayat 134 menegaskan Allah mencintai hamba-hamba yang berbuat kebaikan.

"Gerakan dilakukan kemarin baik. Kalau ada yang melarang berbuat untuk kebaikan semacam itu, dan itu umat Islam. Itu perlu dipertanyakan sandarannya Islam apa. Terkecuali kegiatan tersebut bertabrakan dengan saat sholat misalnya, itu boleh dilarang. Saya siap diskusi dengan orang yang melarang melakukan kegiatan baik semacam itu," kata Kiai Imam lagi.

Pada Ahad, (21/2) sejumlah 30 santri Assiddiqiyah 11, 2 ustadzah, dan 5 anak dari Dusun 1 Pamuka Jaya, Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan, menurut Kiai Imam, turun dalam aksi yang dipimpinnya langsung.

"Kiai-kiai kita sepatutnya mendukung dan terlibat dalam kegiatan kebersihan semacam itu,"  ujar alumni Pesantren Langitan, Tuban.

Berkaitan dengan kegiatan dikolaboratori GP Ansor setempat dipimpin Gatot Arifianto, Bupati Raden Adipati Surya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan.     

"Mengawali itu yang sulit. Semua berawal dari kita, kita mulai dari lingkungan sekitar kita dulu. Jadikan budaya dalam diri kita untuk membuang sampah pada tempatnya. Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif tersebut dan harapan kita bisa menjadi agenda rutin setiap bulan sehingga benar-benar terwujud lingkungan kita yang bersih dan bebas sampah," ujar Adipati.

Selain di Blambangan Umpu, Gunung Labuhan, Banjit, Baradatu, Negara Batin, Pakuan Ratu dan Way Tuba, peringatan HPSN 2016 juga diikuti Pramuka SMAN1 Bumi Agung Ambalan Raden Intan-RA Kartini. Kurang lebih 30 anggota Pramuka memilah dan memungut sampah berkeliling Kampung Pisang Baru, Kecamatan Bumi Agung. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)