Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemenag Sidoarjo Bentuk Pameran Kitab-kitab Kuno

Rabu, 24 Februari 2016 18:01 Daerah

Bagikan

Kemenag Sidoarjo Bentuk Pameran Kitab-kitab Kuno
Kitab kuno Hasyiyah al-Futuhat al-Ilahiyah 'ala al-Jalalayn.
Sidoarjo, NU Online
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo, Achmad Rofi'i, akan menghidupkan kembali beberapa kitab kuno yang legendaris di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Hal itu dilakukan Rofi'i agar generasi penerus bangsa memahami latar belakang sejarah klasik yang bisa dipertanggungjawabkan dengan sanad-sanad yang shahih dari kumpulan kitab-kita kuno tersebut.

"Untuk dunia pendidikan khususnya budaya pustaka, kami ingin menghidupkan kembali kita-kitab kuno yang menjadi legendaris di Sidoarjo ini. Budaya pustaka itu akan kami wujudkan dalam bentuk pameran kitab-kitab klasik. Supaya anak-anak mempunyai latar belakang sejarah kelasik yang bisa dipertanggung jawabkan dengan sanad-sanad yang shohe," kata Rofi'i, Rabu (24/2/2016).

Rofi'i meminta kepada seluruh pondok pesantren serta lembaga di bawah naungan Kemenag Sidoarjo, supaya mengamankan dan mengkaji kembali kitab-kitab klasik itu sendiri. 

"Kitab-kitab kuno itu sendiri tentu banyak sekali. Salah satu contohnya penerjemahan kitab Ihya Ulumuddin, itu nanti bisa dicontohkan," tuturnya.

Ia menjelaskan, pengajian serta amalan-amalan Kiai sepuh dulu yang sudah dilakukan selain membaca dan menulis, akan dimunculkan dalam pameran kitab klasik. "Itulah amaliyah para Kiai dulu, selain mengaji juga menulis. Nanti akan kami tampilkan kembali agar bisa istiqomah," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)