::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Siswa Madrasah Sukses Ciptakan Alat Pembasmi Bakteri Sapi Perah

Kamis, 25 Februari 2016 06:47 Nasional

Bagikan

Siswa Madrasah Sukses Ciptakan Alat Pembasmi Bakteri Sapi Perah
Semarang, NU Online
Para peternak sapi perah tidak perlu khawatir lagi dengan bakteri dan penyakit mastisis yang diderita binatang ternaknya. Pasalnya, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang binaan Kementerian Agama berhasil menciptakan alat yang dapat membasmi bakteri sapi perah yang terkena penyakit mastisis (Mastitis Therapeutic Technology: Innovation of Dairy Cows Matitis Therapeutic Tool Through Electroporation Technology).

Menurut guru pembimbing siswa MTsN 1 Malang, Lailatul Chusniah, Selasa (23/02), dengan menggunakan alat ini, susu yang dihasilkan oleh sapi akan bebas bakteri.  Inovasi siswa MTsN 1 Malang ini diganjar Medali Emas Bidang Teknologi pada Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2016 yang digelar di Semarang pada 20 – 21 Februari lalu sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.  

Alat pembasmi bakteri sapi perah ini dikreasi oleh Amelia Putri Wulandari  dan Nalita Livia Chandradevi.  Menurut Lailatul Chusniah, Prof. Riri Fitri yang menjadi salah satu juri pada ISPO 2016 itu menyatakan bahwa alat yang diciptakan Amelia dan Nalita merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan karena selama ini peternak memakai antibiotik yang bisa mengkontaminasi susu yang dihasilkan sapi.

Alat hasil kreasi siswa madrasah ini memang sudah diuji Laboratorium di Universitas Brawijaya. Selain itu, alat tersebut juga  telah dilakukan Uji Lapangan di Peternakan Dau Malang selama dua minggu. 

“Alat ini menjadi solusi terbaik bagi peternakan sapi dan produksi susu. Sampai-sampai pihak panitia ISPO merekomendasikan kami untuk mengikuti lomba selanjutnya di Thailand. Prof Riri Fitri Sari dari Universitas Indonesia yang menjadi juri di bidang Teknologi bersedia mendampingi kami untuk persiapan ke Thailand,” tutur Laili, panggilan akrab Lailatul Chusniah.

Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association (PASIAD), sebuah lembaga sosial dan pendidikan dari Turki. Kegiatan ISPO didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan sejumlah perguruan tinggi ternama, yaitu: Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Semarang (UNES), dan Universitas Syiah Kuala. Tujuan dari ISPO adalah merangsang bakat-bakat muda untuk berpikir, melakukan pengamatan, mengembangkan dan menyelami rasa keingintahuannya yang mengarah pada suatu solusti praktis.

Menurut Laili, ada 500 laporan penelitian yang dipamerkan dan dilombakan di ISPO 2016. Dari jumlah itu, diambil 82 laporan untuk masing-masing 6 bidang. Laporan penelitian siswa MTsN 1 Malang masuk dalam bidang Teknologi. Dari 82 Laporan tersebut disaringlah menjadi 15 Finalis. Dan satu-satunya finalis dari tingkat Sekolah Menengah Pertama adalah MTsN 1 Malang. Peserta lainnya adalah tingkat SMA.

Atas inovasi tersebut, kedua siswi MTsN 1 Malang mendapatkan medali emas, piagam dan uang penghargaan sebesar 2 juta rupiah. Red: Mukafi Niam