Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dubes RI Damaskus dan DR Taufik Ramadhan Al-Bouty Bahas Hubungan Indonesia dan Suriah

Sabtu, 27 Februari 2016 21:06 Internasional

Bagikan

Dubes RI Damaskus dan DR Taufik Ramadhan Al-Bouty Bahas Hubungan Indonesia dan Suriah
Jakarta, NU Online
Dubes RI untuk Damaskus Djoko Harjanto dan Ketua Persatuan Ulama Syam DR Taufik Ramadhan Al-Bouty dipastikan akan menghadiri Silaturahmi Nasional Ikatan Alumni Syam Indonesia (As-Syami) Ke-5 di Yogyakarta pada 5-6 Maret 2016 mendatang. Rencana kehadiran ini diungkapkan pada pertemuan antara Djoko dan DR Taufik di KBRI Damaskus, Kamis (25/02).

Silaturahmi Nasional ini diadakan sebagai bentuk kegelisahan alumni Suriah atas konflik berkepanjangan yang melanda Negeri Syam ini. Pada acara ini para alumni akan meneguhkan posisi untuk peran strategis mereka atas konflik di Suriah. Selain itu juga, mereka akan berdoa untuk haul syahid para ulama Syam seperti DR Said Ramadhan Al-Bouty dan DR Wahbah Zuhaily yang dipimpin oleh DR Taufik Ramadhan Al-Bouty.

Dubes Djoko menyambut baik rencana kedatangan DR Taufik ke Indonesia. “Saya senang DR Taufik berkenan datang kembali ke Indonesia. Semoga kehadiran DR Taufik juga dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Suriah sehingga publik Indonesia tidak terhasut oleh isu sektarian,” kata Dubes Djoko.

Pada pertemuan penuh keakraban ini, DR Taufik menyampaikan pesan dari Presiden Bashar Al-Assad kepada Dubes Djoko dan berterima kasih atas sikap politik Indonesia yang konsisten mendukung solusi politik bagi konflik di Suriah. Ia juga berjanji akan terus mengurusi pendidikan pelajar Indonesia agar mereka mendapatkan izin tinggal di Suriah. Menurutnya, pemerintah Suriah akan membuka kembali akses para pelajar dari Indonesia ke lembaga pendidikan di Suriah.

“Pemerintah Suriah berencana membuka kembali akses bagi para pelajar asing hanya dari dua negara, yaitu Indonesia dan Rusia. Untuk belajar di Universitas Damaskus, Mahad Syam Ali, dan Mahad Dauly,” ujar DR Taufik.

Menanggapi hal ini, Dubes Djoko menegaskan bahwa sikap politik Indonesia terhadap konflik Suriah adalah mendukung solusi politik dan penyelesaian damai.

“Sikap konsisten Indonesia ini adalah abadi dan tidak akan berubah-ubah. Solusi politik bagi konflik Suriah adalah suatu keharusan. Tidak ada peperangan yang berakhir tanpa perundingan politik,” tegas Dubes Djoko.

Menurut Djoko, isu pelajar Indonesia di Suriah adalah isu yang sangat penting. “Tidak hanya hubungan antarpemerintah, tetapi juga hubungan orang per orang harus kita mantapkan terus antara Indonesia dan Suriah,” kata Djoko menyambut baik rencana pembukaan kembali pelajar Indonesia ke Suriah.

DR Taufik Ramadhan Al-Bouty merupakan Ketua Persatuan Ulama Syam yang keanggotaannya meliputi ulama di Suriah, Libanon, Yordan, dan Palestina. Ia adalah putra ulama terkemuka dunia DR Said Ramadhan Al-Bouty, yang wafat akibat bom bunuh diri kelompok militan ketika mengisi pengajian di Masjid Al-Iman Damaskus pada 21 Maret 2013 silam.

DR Taufik terakhir datang ke Indonesia pada November 2015 dalam rangka menghadiri Konferensi Ke-4 International Conference of Islamic Scholars (ICIS). (Red Alhafiz K)