::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Pesan Ketum PBNU kepada Dubes Indonesia untuk Aljazair

Sabtu, 27 Februari 2016 22:00 Nasional

Bagikan

Ini Pesan Ketum PBNU kepada Dubes Indonesia untuk Aljazair
Kang Said dan Hj Safira Machrusah saat pemotongan tumpeng.
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Hj Safira Machrusah, tokoh wanita NU, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Demokratik Rakyat Aljazair.

Hal itu disampaikan saat Kang Said saat memberikan pidato sambutan sekaligus pembekalan kepada Hj Safira Machrusah, Sabtu (27/2/2016) di Gedung PBNU Jakarta Pusat.

Kang Said berharap agar Safira dapat membangun hubungan antara Indonesia dengan Aljazair. Apalagi kedua negara tersebut sama-sama memiliki jumlah penduduk Islam yang besar. Beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Aljazair juga dapat dirintis. 

Menurut Kang Said, mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang orang Indonesia-nya sedikit, itu lebih bagus. Kang Said mengatakan bahwa di Mesir, misalnya ada sekitar 3000-an mahasiswa Indonesia.  “Tetapi, bahasa Arab-nya tidak bisa karena sama-sama dari Indonesia, akhirnya lebih banyak memakai Bahasa Indoenesia,” tutur Kang Said. 

“Di Cairo, Bahasa Arab mahasiswa Indonesia juga mentah karena mereka hidup mengelompok,” tambah Kang Said.

Kepada Safira yang sering dipanggil Mbak Rosa, Kang Said juga mengharapkan supaya dapat mempromosikan pariwisata Indonesia bagi masyarakat Aljazair. “Nanti (di Kedutaan Besar Indonesia di Aljazair) bisa diperbanyak foto-foto pegunungan, pantai, atau air terjun yang ada di Indonesia,” ungkap Kang Said.

Kang Said mengingatkan bahwa warga Aljazair suka makan daging kambing. Ini bisa membahayakan bagi kesehatan, karena konsumsi daging kambing yang berlebihan dan kurang olahraga, dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah. 

“Selamat bertugas. Semoga Mbak Rosa diberi kekuatan dan mendapatkan ketenangan, dapat membangun pertemanan yang baik. Jaga kesehatan. Jangan makan (daging) kambing terus,” kata Kang Said di akhir sambutannya yang disusul tepuk tangan hadirin. (Kendi Setiawan/Fathoni)