::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PMII Pacitan Diminta Rumuskan Konsep Pembangunan Daerah

Ahad, 28 Februari 2016 10:00 Daerah

Bagikan

PMII Pacitan Diminta Rumuskan Konsep Pembangunan Daerah
Pacitan, NU Online
Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur Muhammad Junaid berharap, kader PMII Kabupaten Pacitan dapat merumuskan suatu konsep untuk pembangunan daerah agar lebih maju. Menurutnya, kader PMII bertanggung jawab dalam mengawal pembangunan di daerahnya.

“Tawarkan kepada pemerintah daerah, ini lho PMII Pacitan, kita punya konsepsi seperti ini untuk pembangunan Kabupaten Pacitan ke depan,” katanya dalam acara Seminar Kepemudaan bertema “Pembela Bangsa Penegak Agama” dan Pelantikan Pengurus Cabang PMII Pacitan di aula Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fattah (Staifa) Kikil, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (26/2).

Menurutnya, Kabupaten Pacitan yang terletak di sebelah barat selatan Jawa Timur berpotensi besar menjadi daerah megapolitan. Sebab, Pacitan dilalui oleh jalur lintas selatan (JLS) yang turut membangkitkan roda perekonomian masyarakat Pacitan dan Jawa Timur. Di pacitan telah dibangun pula pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dan potensi-potensi besar lain akan menyusul dikembangkan oleh pemerintah daerah.

“Ini tantangan bagi kader PMII Pacitan, bagaimana dapat memperkuat skill dan mental untuk mengisi ruang di semua sektor yang ada di negeri ini,” ujarnya.

Selain itu, Junaid berharap, pengaderan di tubuh PMII Pacitan dapat berjalan dengan maksimal. Ia meminta kepada pengurus untuk menata sistem pengaderan yang kokoh. Sebab, lanjutnya, PMII merupakan organisasi kader. “NU tidak akan besar, kalau kaderisasi di tubuh PMII tidak berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud berpesan kepada kader PMII Pacitan untuk selalu dekat dengan ulama dan pesantren. Menurutnya, ulama dan pesantren merupakan satu-satunya penjaga pilar kepribadian dan budaya bangsa Indonesia. “Kami minta kalian jangan jauh-jauh dari ulama dan pesantren,” ujarnya.

Pengurus Cabang PMII Pacitan Pacitan masa khidmah 2015-2017 resmi dilantik. Sapto Pitoyo dipercaya memimpin PMII, setelah sebelumnya terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercan) VIII yang digelar pada 17-18 Oktober tahun lalu. Sapto menggantikan Saptian Dwi Cahyo yang sebelumnya memimpin PMII Pacitan masa khidmah 2014-2015.

Selain puluhan anggota dan alumni PMII, acara juga dihadiri oleh staf ahli Bupati Pacitan, Pengasuh Pesantren Al Fattah Kikil KH Burhanuddin HB, Ketua Mabincab PMII setempat M Zafri Wicaksana, Ketua IKA PMII setempat Zainal Arifin, ketua organisasi kepemudaan dan undangan lainnya. (Zaenal Faizin/Mahbib)