::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PP LPBINU Desak Pemerintah Serius Tangani Bencana

Ahad, 28 Februari 2016 19:09 Nasional

Bagikan

PP LPBINU Desak Pemerintah Serius Tangani Bencana
Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Penangulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Muhamad Ali Yusuf mengatakan, pemerintah, masyarakat, lembaga usaha dan semua pihak di Sampang telah mengetahui ancaman banjir karena hal itu terjadi hampir setiap tahun.

Menurut dia, Kabupaten Sampang telah memiliki beberapa dokumen perencanaan terkait Penanggulangan Bencana. “Sudah semestinya semua pihak di Sampang lebih siap dalam menghadapi ancaman bencana terutama banjir,” katanya melalui siaran pers (28/2).

Oleh karena itu, Ali Yusuf mendesak pemerintah untuk serius menjalankan upaya-upaya Pra-Bencana dalam Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) sebagaimana yang telah tertuang di dalam beberapa dokumen perencanaan yang telah disusun dan disepakati bersama.

Dengan upaya tersebut, Ali Yusuf berharap kejadian yang sangat merugikan masyarakat seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Dalam melakukan penanganan darurat bencana banjir, menurut Ali Yusuf, Kabupaten Sampang telah memiliki dokumen Rencana Kontijensi Banjir yang mestinya dapat langsung dioperasionalkan. Dengan adanya dokumen tersebut, para pihak mestinya sudah langsung dapat menjalankan fungsi, peran dan tugas masing-masing dalam penanganan darurat bencana banjir sebagaimana komitmen yang telah diketahui dan disepakati bersama. (Red: Abdullah Alawi)