::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemenag Karanganyar Ajak Masyarakat Waspada Propaganda Penolakan Syi'ah

Senin, 29 Februari 2016 03:02 Daerah

Bagikan

Kemenag Karanganyar Ajak Masyarakat Waspada Propaganda Penolakan Syi'ah
Karanganyar, NU Online
Maraknya aksi penolakan terhadap Syiah di Kabupaten Karanganyar oleh kelompok tertentu baik melalui spanduk, brosur, dan kardus nasi kotak ini menjadi perhatian oleh Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar. Pihak Kemenag setempat berjanji akan terus memantau propaganda tersebut.

Demikian imbauan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar Musta'in Ahmad di hadapan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (Kamad MI) se-Karanganyar di MI Nangsri Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (27/2).

"Isu penolakan Syiah yang akhir-akhir ini gencar oleh kelompok tertentu perlu diwaspadai dan ini dapat meresahkan masyarakat Karanganyar yang selama ini kondusif dengan keberagaman,” kata Musta`in.

Untuk itu, Kamad yang juga tokoh di lingkungan madrasah dan masyarakat harus hati-hati dalam menyikapinya. Jangan sampai ikut-ikutan apalagi mengatakan Syiah itu bukan Islam.

"Kita tidak boleh mudah menuduh Syiah itu bukan Islam karena tuduhan itu kembali pada diri kita," kata Musta‘in.

Orang Syiah masih melakukan ibadah haji. Sebagaimana dimaklum bahwa dua tanah haram, Mekah dan Madinah tidak boleh dimasuki kecuali oleh orang Islam. Negara Iran sendiri yang notabene pemerintahnya Syiah merupakan anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Musta'in yang juga a‘wan PCNU Karanganyar berpesan agar para Kamad yang sekaligus mubaligh menjadi corong untuk menyebarkan Islam damai, penuh kasih sayang, yang rahmatan lil alamin. “Jangan mudah menyalah-salahkan dan mudah mengafir-kafirkan,” katanya. (Ahmad Rasyidi/Alhafiz K)