::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bantu Korban Banjir, Kader Muda NU Sampang Dirikan Posko

Senin, 29 Februari 2016 04:05 Daerah

Bagikan

Bantu Korban Banjir, Kader Muda NU Sampang Dirikan Posko
Sampang, NU Online
Sejumlah aktivis muda NU tampak sibuk di tengah banjir bandang yang merendam Kota Sampang sejak Sabtu (27/2) dan mengakibatkan aktivitas warga dan arus lalu lintas lumpuh total. Sebanyak 11.468 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 34.225 jiwa yang tersebar di 15 desa dan 4 kelurahan dari 3 kecamatan menjadi korban terdampak langsung.

Ketinggian air banjir di pemukiman yang paling rendah mencapai dua meter sehingga warga yang bertahan di rumahnya harus dievakuasi dan membutuhkan pertolongan secepatnya.

Dalam rangka membantu korban banjir ini, sejumlah aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Sampang yang berasal dari Lakpesdam NU, PMII, LPBHNU serta dari lembaga lainnya mendirikan Posko Tanggap Banjir di tengah Kota Sampang.

Koordinator Posko Tanggap Banjir Kader Muda NU Sampang Addy Imansyah yang ditemui di sela pendistribusian bantuan logistik menyampaikan bahwa posko ini didirikan sebagai bentuk kepedulian bersama dari aktivis muda NU Sampang untuk membantu para korban banjir di Sampang.

"Sejak kemarin tim relawan muda kami telah membagi kurang lebih 1500 bungkus nasi di lokasi-lokasi terisolir," ungkapnya Ahad, (28/02).

Bahkan sampai saat ini relawan posko terus bergerak menyisir rumah-rumah warga yang terendam banjir. Para relawan ini bertugas mendistribusikan bantuan yang diterima pihaknya dari para dermawan.

"Hari ini kami terus bekerja mendistribusikan bantuan yang terus berdatangan terutama dari para kiai-kiai pesantren dan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWCNU) dari kecamatan-kecamatan se-Kabupaten Sampang," kata pria lulusan Universitas Negeri Jember ini.

Pihaknya juga mengakui adanya keterbatasan jumlah dan kemampuan relawan dalam mendistribusikan bantuan sehingga mereka seringkali  kewalahan dalam melayani permintaan warga. Ia berharap ada tenaga relawan tambahan dari para pemuda Sampang lainnya.

"Terus terang kami kewalahan karena jumlah personel dan peralatan yang terbatas, karena itu sejak tadi pagi melalui media sosial kami mengajak teman-teman muda Sampang untuk bersama-sama kami bergerak membantu korban banjir," ujarnya. (Moh Sofwan/Alhafiz K)