::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pelajar NU Yogyakarta Peringati Harlah dengan Shalawatan

Senin, 29 Februari 2016 22:30 Daerah

Bagikan

Pelajar NU Yogyakarta Peringati Harlah dengan Shalawatan
Yogyakarta, NU Online
Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta memperingati harlah ke-62 IPNU dan ke-61 IPPNU dengan melaksanakan shalawatan, pembacaan Al-Barzanji di sekretariat PCNU, di kompleks masjid Al-Huda, Gedong Kuning.(28/2). Selain itu para kader IPNU-IPPNU juga melakukan ziarah ke makam KH Mohammad Tolhah Mansoer dan Umroh Mahfudzah.
 
IPNU lahir pada 24 Februari 1954 dan IPPNU pada 2 Maret 1955. Peringatan harlah ini bertujuan untuk merekonstruksi arah perjuangan pelajar sesuai tuntutan zaman.

"Kegiatan harlah ini sebagai bentuk refleksi perjuangan para pendiri dan menjadikan gerak arah perjuangan pelajar NU sesuai dengan zaman sekaligus menguatkan peran IPNU-IPPNU sebagai penangkal gerakan radikal untuk pelajar," ujar Shofwan Hadi selaku ketua panitia harlah IPNU-IPPNU 2016.

Harlah pada tahun ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh Kader IPNU-IPPNU kota Yogyakarta, Pengurus Pimpinan Cabang serta Pimpinan Wilayah IPNU dan PCNU Kota Yogyakarta.

M. Lutfi Ainun Najib selaku ketua IPNU Cabang Kota Yogyakarta menyatakan, Kader harus sigap dan tegas dalam mensikapi persoalan agama dan negara terutama di kalangan pelajar agar tidak mudah terpengaruh efek negatif dari perkembangan zaman. Pelajar NU harus kuat dari sisi religius dan intelektualitasnya harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman modern.

Dalam merayakan harlah IPNU-IPPNU nasi tumpeng dijadikan simbol pelestarian budaya dan menjunjung kearifan lokal guna menjaga eksistensi budaya Nusantara di era modern ini.

Setelah pemotongan tumpeng dilanjutkan diskusi pelajar untuk merekonstruksi arah perjuangan pelajar sesuai tuntutan zaman, dan dilanjutkan ziarah bersama ke maqam pendiri IPNU-IPPNU. (Ainun Naim/Mukafi Niam)