::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Sragen Terapkan Program 1000 Koin untuk Kemandirian Organisasi

Selasa, 01 Maret 2016 06:00 Daerah

Bagikan

NU Sragen Terapkan Program 1000 Koin untuk Kemandirian Organisasi
Sragen, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sragen sedang gencar melakukan sosialisasi 1000 koin untuk kemandirian NU setempat. Sosialisasi tersebut dilakukan KH Ma'ruf Islamuddin saat mengisi pengajian Selapanan Majelis Wakil Cabang (MWC) Muslimat NU Kedawung, Sragen, Ahad (28/2).

Ia menyatakan, sosialisasi tersebut sudah dilakukan di dua MWCNU, yaitu Karangmalang dan Tangen.

"Program 1000 koin untuk NU ini sudah kami lakukan di Kecamatan Karangmalang dan Tangen, sekarang ini di Kedawung," kata Kiai Ma'ruf di hadapan ratusan anggota Muslimat.

Sebagai contoh, program yang diterapkan di MWCNU Karangmalang hasilnya sangat menggembirakan, yakni terkumpul sebanyak 59 juta.

"Karangmalang sudah berhasil melakukan program 1000 koin, karena tiga selapanan (red. 105 hari) dapat mengumpulkan uang kurang lebih 59 juta, yaitu selapan pertama dapat 7 juta, selapan kedua 21 juta dan selapan ketiga 30 juta. Uang tersebut untuk membangun gedung MWCNU secara bertahap," ungkapnya.

Program ini, kata Kiai Ma'ruf, harus tersistem dengan baik, yaitu setiap warga NU yang ada di ranting membawa kotak infak yang terbuat dari kayu dengan ukuran 9 cm persegi. Apabila kotak tersebut hilang atau rusak, orang tersebut wajib mengganti dengan uang Rp15 ribu.

"Selain itu, kotak tersebut dikasih kode huruf A dan seterusnya untuk ranting NU dan kode angka 0001 dan seterusnya untuk warga NU yang membawa kotak, selanjutnya kotak tersebut dikumpulkan saat pengajian selapanan atau pihak pengurus NU jemput bola," ujar pengasuh Pesantren Walisongo Karangmalang Sragen ini.

Kiai Ma'ruf berharap, program ini sebagai amanat yang harus dijaga, agar NU benar-benar mandiri sehingga organisasi bisa berjalan dan stabil. (Ahmad Rosyidi/Zunus)