::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sambut Awal Kuliah, UIM Hadirkan Wagub Sulsel

Rabu, 02 Maret 2016 10:30 Daerah

Bagikan

Sambut Awal Kuliah, UIM Hadirkan Wagub Sulsel
Makassar, NU Online
Pembukaan kuliah semester akhir 2015-2016 Universitas Islam Makassar dibuka dengan kuliah umum oleh Wakil Gubenur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang bertema "Membangun Kebijakan menuju Masyarakat Sulawesi Selatan yang Cerdas dan Sejahtera", Selasa (1/3), di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Makassar, Sulsel.

Di hadapan civitas akademika perguruan tinggi NU itu, ia banyak berbicara tentang pembangunan di Sulawesi Selatan, di antaranya pembangunan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Agus menggambarkan Sulawesi Selatan 25 tahun ke depan dengan pembangunan infrastruktur yang modern. Menurutnya, UIM sebagai perguruan tinggi harus menjawab tantangan ini.

"Sulawesi Selatan ke depan harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di luar Jawa, tentunya didasari pembangunan Sulawesi Selatan berkelanjutan yang cerdas dan sejahtera bagi masyarakat Sulawesi Selatan," ujarnya di depan ribuan dosen dan mahasiswa.

Tak hanya itu, tambahnya, ke depan Sulawesi Selatan akan membangun wilayah yang belum tersentuh. Menurutnya, ada 5 wilayah yang merupakan potensi Sulsel ke depan, yakni 3 wilayah pengunungan yakni Gunung Bawakaraeng menyentuh daerah Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Sinjai; kemudian Gunung Bulusaraung menyentuh daerah Bone dan Maros; serta Gunung Latimojong menyentuh daerah Pinrang, Sidrap, Wajo, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Luwu Raya.

“Ketika pembangunan 3 daerah pegunungan ini maksimal, maka akan dilengkapi dengan pengembangan kawasan daerah Pesisir Teluk Bone dan Makassar,” paparnya.

Pemprov Sulsel sangat mendukung pembukaan prodi Pariwisata Syariah yang bakal dibuka di UIM karena saat ini dunia pariwisata Indonesia telah dilirik Timur Tengah. Prodi Pariwisata Syariah, lanjutnya, akan menjawab tantangan pariwisata ke depan.

"Tak hanya pembangunan fisik, ke depan Sulawesi Selatan harus membangun mental dan pola pikir masyarakatnya, misalnya hilangnya sifat gotong royong dan masih banyak sifat-sifat lainnya," ungkapnya.

Kuliah umum ini dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Patria Artha, Akademi Pariwisata Makassar, Jam‘iyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) NU Sulsel, LBA Al-Markaz Al Islami, PWI Makassar, dan RRI.

Selain melaporkan perkembangan UIM di hadapan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Rektor UIM Majdah M Zain Agus AN juga mengungkapkan rencana pembukaan beberapa program studi (prodi) baru, di antaranya Ilmu Hukum, Magister Administrasi Publik, Kehutanan, Pariwisata Syariah, Teknik Sipil, dan Perpustakaan.

"Disisi lain UIM berkomitmen untuk memberikan kontribusi rasio pembangunan di Sulawesi Selatan, demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan, baik dari sisi pendidikan, kesehatan dan pembangunan ekonomi rakyat," tambahnya.

Tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Muh Sidik Salam, Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta H M Sanusi Baco yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Wakil Rektor IV UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, Rektor Universitas Patria Artha, Direktur Akademi Pariwisata Makassar,  Ketua PW JQHNU Sulsel, Ketua LBA Al-Markaz Al Islami Makassar, dan PWI Makassar. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)