::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kabar Duka, Muslimat NU Jateng Kehilangan Dewan Pakar

Rabu, 16 Maret 2016 17:00 Daerah

Bagikan

Kabar Duka, Muslimat NU Jateng Kehilangan Dewan Pakar
Jenazah almarhumah Hj Fatimah Usman diberangkatkan menuju TPU Segaran Purwoyoso Ngaliyan.
Semarang, NU Online
Kabar duka datang dari Semarang, Dewan Pakar Muslimat NU Jawa Tengah Hj Fatimah Usman wafat pada 00.00, Rabu (16/3) dini hari. Almarhumah mengidap kanker paru dan terakhir di rawat di RSUP Dr Kariadi Semarang. Bu Fat sapaan akrabnya, merupakan pejuang pergerakan perempuan. Istri dari guru besar Universitas Islam Negeri Wali Songo, H Amin Syukur ini meninggalkan dua orang putri, Ratih Rizqi Nirwana dan Nugraheni Itsnal Muna. 

"Beliau sering diminta mengisi ceramah keagamaan, tokoh pembela perempuan yang gigih dan bersemangat," ungkap Hj Ismawati, Ketua PW Muslimat NU Jateng. 

Perempuan kelahiran Kediri, lanjutnya, 8 Agustus 1955 ini merupakan pejuang bagi isu perempuan dan anak, memiliki perspektif yang sangat kuat karena didukung oleh kompetensi keilmuan yang sangat kuat. 

"Salah satu yg terekam kuat di gerakan perempuan Jateng adalah ketika beliau menjadi saksi ahli kasus pernikahan di bawah umur oleh Syeikh Puji Kabupaten Semarang," terang Hj Ida Masruroh Hakim yang juga aktif di Muslimat Jateng. 

Bersama suami, ia mengelola Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf (Lembkota) disamping itu almarhumah pernah menjadi Ketua Pusat Studi Gender UIN Walisongo serta aktif menjadi pengajar di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo. 

"Beliau dosen yang ceria mampu memotivasi mahasiswanya. Secara pribadi saya dulu dekat dengan Bu Fat, rumahnya juga tak jauh dari kontrakan sering kegiatan di lingkungan bareng bersih-bersih lingkungan atau acara keagamaan di masjid perumahan. Aura keibuannya selalu memberikan keteduhan bagi yang disapa dan diajak berbicara,” ungkap Shalahuddin, mahasiswa yang pernah diajar Bu Fat. 

Hadir bertakziyah antara lain KH Hasyim Muzadi, segenap civitas akademika mulai rektor hingga dekan di lingkungan UIN Walisongo serta saudara dan kolega hadir mendoakan almarhumah. Jenazah diiring menuju tempat pemakaman umum Segaran Purwoyoso Ngaliyan, Semarang. (Zulfa/Fathoni)