::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Rugikan Hak Anak, Pelaku Nikah Usia Dini Bisa Dipidanakan

Ahad, 20 Maret 2016 22:03 Nasional

Bagikan

Rugikan Hak Anak, Pelaku Nikah Usia Dini Bisa Dipidanakan
Rembang, NU Online
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KH Asrorun Niam Soleh mengimbau masyarakat agar waspada dengan praktik pernikahan dini. Menurutnya, Undang-Undang Perlindungan Anak telah mengatur perihal hak-hak dasar anak yang juga berkaitan dengan pernikahan dini.

“Nikah usia dini yang merugikan hak anak bisa dipidanakan. Yaitu jika pelaku terbukti melakukan pelanggaran dengan misalnya pencabulan,” kata Niam saat halaqah Pernikahan Usia Anak yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I) di Pesantren Kauman Lasem, Rembang, Sabtu (19/3) pagi.

“Pemerkosaan dalam perkawinan juga tidak boleh. Marital rape itu dilarang,” ujar Niam sebelum forum bahtsul masail tentang pernikahan usia anak digelar.

Sedangkan Peneliti Rumah Kitab Dr Mukti Ali menyatakan keprihatinannya perihal fenomena nikah misyar (nikah kontrak) yang terjadi di kawasan wisata Puncak, Bogor dan sekitarnya. Para pelaku nikah adalah turis-turis dari Timur Tengah, dan dilakukan di saat musim haji karena mereka sedang liburan hingga tiga bulan.

Menurut Dr Mukti Ali, korban perkawinan ini adalah anak-anak perempuan yang dijual oleh orang tuanya untuk dinikahi secara misyar itu semata untuk memperoleh keuntungan finansial.

“Yang kita harus soroti seharusnya nikah misyar itu. Itu sungguh memprihatinkan. Anak-anak kecil dijual orang tuanya untuk mendapat uang mahar dari para turis Arab. Calonya dan ustadz yang menikahkan juga dapat uang. Itu jadi komiditas menggiurkan. Faktor kemiskinan lagi-lagi menjadi kambing hitam,” ujarnya.

Keprihatinan lain, hampir seratus persen problem nikah dini saat ini adalah faktor terjadinya zina. Anak-anak usia dini yang sudah terlanjur berzina menikah karena orang tuanya malu. Mereka menikahkan anaknya yang di bawah umur dengan mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama, ujar Dr Mukti.

“Dulu di zaman orang tua kita, anak-anak dinikahkan usia dini karena takut kalau anaknya berbuat dosa, takut anaknya pacaran, dan sebagainya. Sekarang ini setiap hari ada orang dikawinkan secara terpaksa karena sudah terlanjur ‘kecelakaan’ alias telah melakukan zina. Data lengkap ada di setiap kantor pengadilan agama daerah,” ujar salah satu peserta Abdullah Muava.

Halaqah ini kemudian dilanjutkan dengan bahtsul masail perihal pernikahan usia anak. Forum ini dihadiri oleh sejumlah kiai pesantren dari Cirebon, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. (Ichwan/Alhafiz K)