::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Yusuf: Pesantren Benteng Pertahanan Aswaja

Sabtu, 26 Maret 2016 14:19 Daerah

Bagikan

Gus  Yusuf: Pesantren Benteng Pertahanan Aswaja
Magelang, NU Online
Ribuan Syekhermania dari berbagai daerah tumplek  blek  di halaman Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang  dalam Gema Salawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dari Solo, Kamis (24/3).  Hujan yang mengguyur Magelang malam itu, tak  menyurutkan semangat  para syekhermania untuk melantunkan salawat dan syair-syair bersama Habib Syech.

Tampak hadir di panggung, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Ja'far, Anggota FPKB DPR RI/Sekjend DPP PKB Abdul Kadir Karding, Pengasuh API Tegalrejo Magelang KH M Yusuf Chudlori, Para Ulama dan Habaib dan Sejumlah Pejabat Pemkab Magelang

KH M Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mengajak kepada para hadirin untuk senantiasa membaca shalawat, kapan pun, di mana pun, dan dalam situasi apapun. "Membaca salawat merupakan bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan pemimpin panutan kita. Dengan membaca  salawat, semoga kita bisa mendapat syafaat (pertolongan) baik di dunia ini dan akhirat kelak," ucapnya.

Gus Yusuf juga menyampaikan peranan strategis Pondok Pesantren. Kata dia, pesantren harus hidup dan harus kita pertahankan sampai kapan pun ila yaumil qiyamah (hari kiamat), "Pesantren merupakan benteng  pertahanan Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja)," tegasnya.

Sementara Mendes PDTT Marwan Ja'far dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Pemerintah sudah mencairkan dana desa, pada tahun 2015 setiap desa menerima Rp300 juta. Sedangkan tahun ini (2016) akan meningkat menjadi Rp700-800 juta.

"Saya meminta kepada selaruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dana tersebut serta turut mengawal pembangunan di desa. Dengan harapan, dana tersebut penggunaanya tepat sasaran," papar Marwan.  

Marwan juga menyampaikan, Tanggal 7-25 April 2016 ini, DPP PKB akan menggelar Musabaqoh Kitab Kuning, Kitab yang dibaca Ihya Ulumuddin yang merupakan masterpiece karya Imam Al Ghazali. Pendaftaran peserta dibuka pada 14-30  Maret 2016.

"Seluruh santri berusia 17-25 tahun dari seluruh pondok pesantren di Indonesia dipersilahkan mengikuti lomba tersebut. Dalam lomba itu saya juga ikut mengetes. Panitia akan menyiapkan hadiah paket umrah bagi 4 pemenang," jelasnya. (Ahsan Fauzi/Fathoni)