::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Prodi KPI IPMAFA Pati Jalin Kerja Sama dengan Sejumlah Pakar Media

Sabtu, 26 Maret 2016 16:01 Daerah

Bagikan

Prodi KPI IPMAFA Pati Jalin Kerja Sama dengan Sejumlah Pakar Media
Pati, NU Online
Memantapkan langkah di era digital, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Institut Pesantren Mathali'ul Falah (KPI IPMAFA) menjalin kerja sama dengan sejumlah pakar media untuk menyelenggarakan forum diskusi bertema ‘Kompetensi Dasar Komunikasi dan Penyiaran di Masa Depan’ yang merumuskan sejumlah pemikiran dan hubungan kerja sama dengan berbagai lembaga terkait. 

Acara yang berlangsung Jumat (25/3) ini dihadiri oleh sejumlah praktisi dan pakar media seperti Hakim Jayli (TV9), Asep Cuwantoro (KPID Jawa Tengah), Muhammad Niam (Kepala SMK Multimedia Cordova), dan Luluk (PAS FM Pati).
 
"Forum ini adalah pemantik untuk membuka berbagai sumbangsih pemikiran mengenai tren era komunikasi digital pada 10 tahun mendatang," ungkap Rektor IPMAFA H Abdul Ghaffar Rozin saat memberikan sambutan.
 
Ditegaskan kembali oleh Hakim Jayli, tren komunikasi dan penyiaran digital di era mendatang akan menawarkan banyak peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keberagaman konten dan teknologi berbasis internet. Maka dibutuhkan kejelian untuk menangkap adanya peluang itu sekaligus kemampuan mengatasi berbagai hambatan yang ada.
 
Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh PAS FM Pati yang memandang, institusi pendidikan seperti KPI IPMAFA harus memulai untuk memberikan sumbangsih berupa karya-karya berbasis teknologi digital seperti pembuatan film dokumenter maupun fiksi, seni fotografi, maupun reportase radio. Namun, lebih ditekankan pada aspek local wisdom yang kini mulai terlupakan. Padahal secara geografis tiap daerah pasti memiliki kekhasan tersendiri. Tinggal bagaimana membuat kemasannya terasa menarik dan tepat sasaran.
 
Perihal konten berbasis local wisdom ini juga disoroti oleh Asep Cuwantoro selaku KPID Jawa Tengah. Menurutnya, aspek konten inilah yang harus diperkuat kembali. IPMAFA sebagai institusi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan komunikasi dan penyiaran akan memiliki keunikan tersendiri jika mampu menghasilkan konten berkualitas yang berpatokan pada standar regulasi penyiaran dan tentu saja nilai-nilai moral pesantren.
 
Pada ranah praktis, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh perguruan tinggi maupun institusi pendidikan penyelenggara kegiatan pembelajaran komunikasi sejenis. Misalnya dari segi pembiayaan dan pengadaan alat-alat yang tentunya tidak murah. "Keterbatasan alat bisa disiasati dengan menjalin kerjasama dengan berbagai institusi," ungkap Muhammad Niam Kepala SMK Cordova.
 
Acara yang dimulai pukul 9:30 dan berakhir pada 15.30 WIB itu tidak hanya merumuskan gagasan ideal dan praksis untuk menghadapi tren komunikasi digital di masa depan, tetapi juga ditindaklanjuti dengan kesepakatan hubungan kerjasama antara IPMAFA dengan lembaga-lembaga yang hadir.
 
Menurut Arif Chasannudin, Sekretaris Program Studi Komunikasi dan Penyiaran IPMAFA, sumbangsih pemikiran dari para narasumber diskusi ini juga akan menjadi acuan ideal untuk merumuskan kurikulum perkuliahan komunikasi dan penyiaran berbasis nilainilai pesantren di masa depan. Ia juga menambahkan, tidak menutup kemungkinan KPI IPMAFA menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Gajah Mada (UGM), Undip Semarang dan penyelenggara pendidikan komunikasi lainnya. (Jamal Mamur/Fathoni)