::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Resmi Dibuka, Pendaftaran Beasiswa Santri Berprestasi

Selasa, 29 Maret 2016 16:00 Nasional

Bagikan

Resmi Dibuka, Pendaftaran Beasiswa Santri Berprestasi
Santri saat mengikuti Kirab Hari Santri Nasional.
Jakarta, NU Online
Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) telah resmi dibuka Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit PD Pontren) Kementerian Agama RI, Selasa (29/3). Untuk masa pendaftaran dimulai 29 Maret–22 April 2016, verifikasi data 23–26 April 2016, pengumuman peserta lolos verifikasi data 27 April 2016, pengumuman lokasi tes ujian peserta 29 April 2016, pelaksanaan test PBSB Online (CBT) 3–15 Mei 2016, dan pengumuman kelulusan 26 Mei 2016.

Adapun informasi lengkap terdapat di: http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id. Dalam informasi tersebut memuat syarat dan ketentuan, program studi yang ditawarkan, seleksi administrasi, alur registrasi, jadual pendaftaran, dan informasi PBSB secara umum.

PBSB sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mohsen menegaskan bahwa program ini akan terus dilaksanakan karena selalu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

“PBSB akan tetap dilanjutkan tapi dengan format dan sistem yang berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya jurusan yang disediakan adalah umum dan keagamaan, untuk tahun ini program PBSB dikhususkan untuk jurusan umum, sedangkan jurusan keagamaan (tafaqquh fiddin) akan dibuat dengan format yang berbeda,” lanjutnya.

Perbedaan lainnya menurut Mohsen adalah sistem pendaftaran dan ujiannya yang memakai sistem online. “Meskipun pendaftarannya online, tapi berkas pendaftar tetap harus dikirim ke Kantor Kementerian Agama Propinsi setempat sebagai acuan untuk memverikasi data peserta calon peserta seleksi PBSB,” terangnya.

Untuk ujian juga akan dilakukan melalui sistem CBT (Computer-Based Test). “Untuk pelaksanaan ujian online ini panitia baru membuat ancang-ancang untuk melaksanakan test berbasis zona, yaitu Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Tapi tidak menutup kemungkinan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan di banyak propinsi jika Kanwil Kementerian Agama Propinsi bisa menyediakan komputer dengan jaringan internetnya,” terang Doktor yang pernah nyantri di Pesantren Al-Khairat Palu ini. (Fathoni)