::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Siswa Madrasah Raih Emas Beladiri Muaythai Nasional

Ahad, 10 April 2016 11:00 Nasional

Bagikan

Siswa Madrasah Raih Emas Beladiri Muaythai Nasional
Probolinggo, NU Online
Anak desa bukanlah ukuran untuk tidak sukses. Setiap orang bisa meraih cita-citanya, karena yang menentukan adalah semangat juang ketika belajar dan menekuni keahlian yang dimilikinya.

Begitulah kira-kira gambaran untuk Mustakim, salah seorang alumnus Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Ulum binaan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo di Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Dalam turnamen Liga Nasional Muaythai Wakil Presiden (Wapres) Cup Seri ke-5 di GOR Gotong Royong Subang, Jawa Barat, Jumat (8/4) lalu, Mustakim telah berhasil merebut medali emas nomor tarung 43 kilogram.

“Anak ini tidak hanya mengharumkan MTs Miftahul Ulum tempat dirinya belajar dulu, namun juga daerahnya Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Jawa Timur,” kata Ketua Yayasan Miftahul Ulum Nurul Hasan M. Mushlih, Ahad (10/4).

Menurut Mushlih, saat menempuh pendidikan di MTs Miftahul Ulum, Mustakim telah tampak semangat ketika mempelajari ilmu Beladiri Muaythai dari guru olahraganya, Deby A. Gany.  

“Mustakim tekun berlatih hampir setiap sore, hari-harinya selalu diisi dengan kegiatan latihan fisik dan mental. Semua itu ia lalui dengan baik walaupun sangat berat baginya,” jelasnya. Selain berlatih, dirinya juga meminta Mustakim untuk melatih adik-adik kelasnya yang saat ini masih belajar di madrasah tersebut bersama sang guru Deby A. Gany.

Atlet asal Desa Tunggak Cerme Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo ini, adalah peraih medali emas pertama dari Kontingen Jawa Timur. Secara spontan alumnus madrasah di Jawa Timur ini langsung melakukan sujud syukur setelah dinobatkan sebagai juara dan meraih medali emas setelah menaklukkan Aziz, perwakilan dari kontingen tuan rumah Jawa Barat.

“Meskipun berasal dari desa yang terpencil, namun berkat semangat yang tinggi dan gigih berlatih demi meraih prestasi dan mewujudkan mimpi-mimpinya, Mustakim bisa meraih prestasi di tingkat nasional,” ungkapnya.

M. Mushlih menegaskan bahwa Mustakim merupakan satu dari 11 atlet kontingen Jawa Timur yang berangkat ke Subang, Jawa Barat. Pada awal pertandingan, ia bermain tenang sehingga mampu mendominasi pertandingan. Pukulan dan tendangan yang dilakukan selalu membuahkan poin. Saat ronde ke 3, lawan Mustakim menyerah dan memilih tidak melanjutkan pertandingan.

“Prestasi yang diraih saat ini tidak hanya sampai di sini. Masih ada even-even lain yang lebih besar diantaranya PON 2016 yang akan digelar di Jawa Barat juga serta beberapa kejuaraan bergengsi di kancah Internasional,” terangnya.

Atas prestasi ini, Mushlih mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan dukungan kepada Mustakim yang saat ini masih tercatat sebagai siswa kelas XI, di salah satu Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Mahbib)