::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

SEABAD MADRASAH BAHRUL ULUM

KH Wahab Chasbullah Sempat Dimarahi Ayahnya, Apa Pasal?

Selasa, 12 April 2016 12:00 Nasional

Bagikan

KH Wahab Chasbullah Sempat Dimarahi Ayahnya, Apa Pasal?
Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas gelar lomba baca kitab Kuning dalam rangka peringatan satu Abad madrasah dan 191 tahun pondok pesantren.
Jombang, NU Online
Menempati serambi Masjid Pesantren Tambakberas Jombang, pada tahun 1915, KH Abdul Wahab Chasbullah mulai mengajar belasan santri mendalami pendidikan agama. Model belajar ala madrasah formal ini pertama kali diberi nama "Madrasah Mubdil Fan," dan menjadi cikal bakal Madrasah di Pesantren yang kini telah berusia hampir 2 abad, yakni 191 tahun.

Madrasah Mubdil Fan, didirikan KH Wahab sepulang dari belajar dari tanah suci Makkah. Dengan hanya menggunakan daun pintu sebagai papan tulis, putra KH Hasbullah ini mengajarkan berbagai disiplin ilmu agama, sharaf, Nahwu dan kitab kitab fiqih. "Model pendidikan madrasah yang dilakukan KH Abdul Wahab Chasbullah sempat dilarang dan dibubarkan kakek (KH Hasbullah), KH Wahab sempat dimarah-marahi. Alasannya, model pendidikan sekolah ini menyamai yang digunakan penjajah, Man syabbaha bi qaumin fahua minhum," tutur KH Hasib Wahab Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Senin (11/4).

Meski dilarang, tekad mengajar santri tidak hanya dengan sorogan, tetap dilakukan KH Wahab, Madrasah Mubdil Fan di pindah ke pondok yang berada di Barat Sungai Tambakberas, sekitar 300 meter dari masjid Tambakberas. "Sebanyak 15 santri KH Wahab, diboyong pindah ke Guthekan yang berada di barat sungai, sana, untuk belajar," tambahnya.

Karena kegigihannnya untuk menerapkan model pembelajar dengan sistem Madrasah ini, tampaknya membuat KH Hasbullah Pengasuh Pesantren Tambakberas saat itu luntur, setelah mendapatkan petunjuk melalui istikhoroh, akhrirnya memperbolehkan sistem madrasah digunakan di pesantren. " Bahkan Madrasah ini dibangunkan 3 ruang kelas baru disebelah masjid, agar KH Wahab kembali mengajar di lingkungan pesantren tambakberas ini,"imbuh putra pendiri NU ini menambahkan.

Dengan sistem pendidikan madrasah yang dikembangkan ini, pondok pesantren Tambakberas semakin berkembang pesat. Bahkan pesantren yang kemudian diberi nama "Bahrul Ulum" (Lautan Ilmu) Tambakebras Jombang yang kini telah memasuki usia 191 tahun ini, sekarang memiliki ini puluhan lembaga pendidikan formal. Mulai dari Madrasah Ibtida'iayah (MI) didirikan tahun 1951, Madrasah Mu'alimin Mu'alimat (6 tahun) didirikan pada tahun 1956, Madarsah Aliyah Negeri (MAN) yang merupakan pengembangan dari MMA. "Dimadarasah ini banyak diajarkan nahwu shorof, kitab kitab kuning, disamping pelajaran umum. Seperti kegiatan ini, Lomba baca kitab kuning sekarang ini, sebagai memberikan motivasi santri lebih giat mendalami kitab kitab para ulama terdahulu," tambah salah satu ketua PBNU ini menambahkan.

Kemudian Madrasah Aliyah Bahrul Ulum, Madarsah Aliyah Wahab Chasbullah, MTsN Tambakberas, MTs Bahrul Ulum, bahkan hingga lembaga pendidikan perguruan Tinggi, Universitas Wahab Chasbullah, Pesantren ini juga memiliki pendidikan Playgroup, TK/ RA serta tetap mengelolah Madarsah Diniyah.

Pesantren ini telah mencetak ribuan alumni, yang kemudian juga melanjutkan mendirikan pesantren dan madrasah di daerahnya masing masing. Diantaranya adalah, KH Masruri, Pesantren Al Hikam Brebes, KH Baqir Pesantren Paciran, KH Djamaludiin Ahamad, Pesantren Al Muhibbin Tambakberas. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)