::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Muslimat Jabar Imbau Orang Tua Jauhkan Anak dari Narkoba

Senin, 16 Mei 2016 09:30 Daerah

Bagikan

Muslimat Jabar Imbau Orang Tua Jauhkan Anak dari Narkoba
Suasana peringatan harlah ke-70 Muslimat NU di Kota Banjar
Banjar, NU Online
Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Barat Hj Ella Giri Komala menyayangkan perbuatan asusila yang menelan banyak korban anak-anak hingga orang dewasa khususnya kaum perempuan. Menurutnya, di antara faktor rusaknya moralitas ini adalah narkoba.

Karena itu, Muslimat NU menyatakan perang terhadap peredaran dan penggunaan narkoba, Ahad (15/5). “Kami mengajak ibu-ibu Muslimat memberikan perhatian kepada anak-anaknya melalui pendidikan orang tua terhadap anak. Sementara itu, jika ada di sekitar kita yang menggunakan narkoba, laporlah kepada pihak kepolisian,” tegasnya di hadapan ratusan peserta peringatan hari lahir ke-70 Muslimat NU di Gedung Graha Banjar Idaman (GBI) Kota Banjar, Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Banjar Hj. Imas Wahidah mengatakan hal senada. Dia mengaku sedih dan prihatin beberapa kasus pembunuhan, pemerkosaan serta tindak kekerasan menimpa sejumlah anak-anak, khususnya perempuan.

“Mari kita tegaskan bersama bahwa kita menyatakan melawan peredaran, penggunaan narkoba. Bentuk kekerasan terhadap anak-anak hingga orang dewasa, khususnya perempuan, kita harus mengantisipasinya sejak sekarang agar tidak ada kejadian serupa, khususnya di Kota Banjar,” tegasnya.

Sekretaris PCNU Kota Banjar H Supriana mengajak semua umat Islam khususnya warga Nahdliyin untuk bersama-sama membenahi permasalahan yang ada di Kota Banjar, seperti halnya permasalahan LGBT, narkoba serta tindak kekerasan terhadap anak, perempuan, serta aksi kejahatan lainnya.

“NU tidak akan neka-neko membicarakan permasalahan aqidah apa yang harus digunakan oleh bangsa Indonesia. Pasalnya, sudah jelas tahu persis perjuangannya dalam melawan penjajah. Maka jargon ‘NKRI Harga Mati’ itu sangat masuk akal. Khusus untuk Kota Banjar, mari kita jaga 4 pilar bangsa dengan berkontribusi membenahi masalah yang ada,” tegasnya

Fenomena LGBT, tindakan asusila serta fenomena keagamaan yang sangat sensitif, lanjut Supriana, harus disikapi denga arif dan bijaksana. Pasalnya, jika masyarakat hanya menafsirkan secara mentah, maka polemik yang berkembang di masyarakat akan menjadi momok yang meresahkan.

“Statemen yang dikeluarkan oleh NU itu tidak gegabah, akan tetapi melalui proses analisa mendalam sebelumnya. Jadi, apapun yang diintruksikan oleh PBNU ya kita taati. Termasuk masalah perang melawan narkoba, perang melawan organisasi yang merongrong keutuhan NKRI. Sekali lagi, moralitas bangsa perlu kita kawal dengan pendidikan agar masa depan bangsa ini cerah,” pungkasnya. (Muhafid/Mahbib)